Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Qanun Jinayah » Pusat Bisa Batalkan Qanun

Pusat Bisa Batalkan Qanun

Pemberlakuan qanun jinayah bagi non-Muslim akan dievaluasi.

REPUBLIKA— Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Djohermansyah Djohan mengatakan, qanun jinayah atau hukum pidana syariah Islam yang disepakati DPRA Aceh bisa Baja dibatalkan Kemendagri. Hal itu is sampaikan terkait usulan penerapan qanun jinayah terhadap non-Muslim.

“Kalau sudah dievaluasi wajib direvisi, kalau enggak mau (direvisi) bisa kami batalkan. Kalau bertentagan dengan UU atau peraturan yang lebih tinggi dan mengganggu kepentingan masyarakat bisa saja dibatalkan oleh kami,” kata Djohermansyah di kantor kemendagri, Jakarta, Senin (8/9). Evaluasi Kemendagri terhadap rancangan qanun tersebut, menurut Djohermansyah, tidak meloloskan beberapa aturan.

Namun, kemendagri belum menerima draf rancangan terakhir dari qanun jinayah. “Kalau bertentangan dengan UU yang lebih tinggi dan kepentingan umum, termasuk melanggar HAM. Itu nanti akan kami batalkan,” ujarnya.

DPRA Aceh mengusulkan penerapan qanun jinayah diberlakukan untuk non-Muslim yang bermukim di Nanggroe Aceh Darussalam. Usulan tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (DPRU) antara Komisi G DPRA dengan elemen masyarakat di Banda Aceh, Sabtu (6/9).

Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013 sudah disepakati DPRA, tapi pengesahannya menunggu persetujuan Pemprov Aceh. Anggota tim ahli Komisi G DPRA Prof Alyasa Abubakar mengiyakan, dalam situasi tertentu qanun berlaku untuk warga Aceh yang non-Muslim. Selama ini, qanunqanun terkait syariat Islam di Aceh hanya diberlakukan bagi Muslim di wilayah itu.

Dalam qanun, dijelaskan yang termasuk jarimah meliputi konsumsi dan distribusi miras, judi, khalwat, zina, pelecahan seksual, dan pemerkosaan. Selanjutnya, menuduh orang melakukan zina tanpa dapat mengajukan saksi, juga perilaku gay.

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengatakan, qanun merupakan subsistem dari sistem nasional. Qanun merupakan peraturan daerah yang tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

Namun, UUD 1945 juga mengatur tentang keistimewaan untuk beberapa daerah tertentu. Negara harus menghormati satuan pemerintah yang bersif at khusus dan istimewa, seperti pemerintah daerah Aceh dan DIY Yogyakarta. “Tetapi, ketika bicara penerapan syariat Islam kita harus paham itu diperdakan. Tidak boleh bertentangan dengan institusi secara umum,” ujar Refly,

Penerapan qanun terhadap non-Muslim terungkap dalam rapat di DPRA, Sabtu (6/9). Alyasa Abubakar menyatakan, penerapan qanun adalah amanat UU Pemerintah Aceh (UUPA).

Ia mengatakan, non-Muslim bisa memilih menggunakan hukum nasional atau menundukkan diri terhadap qanun. Kendati demikian, ada jika tak ada hukum nasional yang mengatur tindak kejahatan tertentu yang dicantumkan dalam qanun, non-Muslim harus tunduk pada regulasi yang diatur dalam qanun. [Ira Sasmita]

———-
Penerapan Qanun
Pasal 5
Qanun Aceh ini berlaku untuk tembaga penegak hukum dan setiap orang yang berada di Aceh.

Pasal 94 ayat (1)
Jarimah yang ditakukan oteh dua orang atau lebih secara bersamasama yang di antaranya beragama bukan Islam, petaku yang beragama bukan Islam dapat memilih dan menundukkan diri pada qanun ini, diperiksa dan diaditi Mahkamah Syariah Kabupaten/Kota.

Pasal 94 ayat (21
Jika perbuatan yang dilakukan oteh pelaku Jarimah yang tunduk kepada peradilan umum tidak menundukkan diri pada qanun ini maka dia diperiksa dan diaditi di Peraditan Umum.

Pasal 94 ayat (31
Jika perbuatan Jarimah yang dilakukan oleh petaku yang tunduk pada peradilan umum bukan merupakan tindak pidana yang diatur datam KUHP atau Ketentuan Pidana di War KUHP maka petaku Jarimah tetap diaditi di Mahkamah Syariah Kabupaten/Kota.


sumber: Qanun Aceh Nomor 7 tahun 2013 tentang Jinayah

Republika 9 Sep 2014 Page 2, Nasional

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s