Home » PAGE 5.1 - TNI, Militer, Atase » TNI Polri » Kasus Biaya Pengurusan Nomor Kendaraan : Nomornya Gratis Urusnya Bayar

Kasus Biaya Pengurusan Nomor Kendaraan : Nomornya Gratis Urusnya Bayar

“Tak ada dan tidak boleh (ada biaya pengurusan)

Masih ingat kasus pelat nomor mobil Lamborghini milik penyanyi Syahrini pada awal 2014? Ketika itu, penyanyi yang selalu terlihat glamor ini tampil dengan mobil mewahnya yang bernomor cantik B-1-SYR. Banyak kalangan curiga bahwa pelat nomor yang dipasang pada Lamborghini berwarna emas itu palsu.

Kepolisian Daerah Metro Jaya bergerak cepat. Setelah diusut, pelat nomor cantik itu ternyata bukan terdaftar untuk mobil sport mewah tersebut, melainkan untuk mobil Mercy milik Syahrini.

Belakangan, nomor polisi mobil Mercy miliknya juga sudah diganti menjadi B-8000-xxx. “Nopol (B1-SYR)  itu sudah kosong karena belum terdaftar di mobil mana pun,” kata juru bicara Kepolisian Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Januari lalu.

Kasus Syahrini menunjukkan bahwa nomor polisi kini bukan hanya nomor indentitas kendaraan, melainkan bisa menunjukkan siapa pemiliknya. Sebut saja pelat nomor B-1-PPP milik mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali. Dengan nomor tersebut, khalayak bisa menebak bahwa pemilik kendaraan itu adalah orang nomor satu di Partai Persatuan Pembangunan. Bahkan, tersangka kasus suap, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, juga punya nomor cantik untuk mobil pribadinya, Audi Q5, B-234-KIL. Jika tiga angka itu dijumlahkan, akan muncul angka 9, yang berarti angka keberuntungan buat Akil.

Ruth (bukan nama sebenarnya), seorang biro jasa pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB) di Jakarta Selatan, punya cerita soal nomor cantik kendaraan. Menurut dia, nomor cantik atau nomor pilihan bisa dipesan sesuai dengan keinginan konsumen. “Asalkan belum dipakai pemilik kendaraan lain,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.

Permintaan akan nomor khusus belum mencakup biaya resmi, seperti bea balik nama atau pajak lainnya yang tertera dalam STNK. Dengan kata lain, biaya tersebut bisa disebut sebagai biaya pengurusan nomor kendaraan. Menurut Ruth, pilihan nomor dan huruf juga menentukan besaran biaya. Misalnya, .biaya untuk dua angka dengan dua huruf di belakang berbeda dengan tarif untuk tiga angka dengan dua huruf di belakang. “Kisarannya sekitar Rp 4-6 juta per pelat nomor,” tutur Ruth.

Biaya yang dikeluarkan bakal bertambah jika pemilik mobil menginginkan pelat nomor dengan tiga angka dan tiga huruf di belakang. “Misalnya, B279-ANY sekitar Rp 8 juta,” kata Ruth. Sedangkan tarif pelat khusus dengan satu angka dan dua atau tiga huruf di belakang seperti B-1-NA atau B-1-JI, menurut Rudi, bisa mencapai Rp 20 juta.

Lama-cepatnya pengurusan pelat nomor kendaraan bergantung pada jenis mobilnya. Menurut Airin, seorang karyawan penjualan mobil mewah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, kebanyakan konsumen yang membeli mobil di tempatnya memesan pelat nomor cantik. “Mereka ingin nomor mobilnya berbeda dengan mobil kebanyakan,” kata Airin, yang getol menawarkan mobil mewah impor jenis Velifire, Rubicon, Harrier, Mercy SLK, sampai Ferrari.

Dalam sebulan, showroomnya menjual sekitar 20 unit mobil mewah dengan kisaran harga Rp 1-4 miliar. Rata-rata biaya pengurusan pelat nomor khusus, kata Airin, adalah Rp 8-20 juta per unit mobil.

Meski nomor cantik terdaftar sebagai pelat nomor kendaraan resmi, biaya pengurusannya tak masuk kas negara. “Tidak ada dan tidak boleh (ada biaya pengurusan),” kata Kepala Sud-Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hindarsono, kepada Tempo, kemarin.

Bahkan, Hindarsono menegaskan, sejak dulu sampai sekarang tidak boleh ada biaya pengurusan pelat nomor kendaraan. Ihwal banyaknya kendaraan yang berkeliaran dengan nomor pilihan di jalan, Hindarsono enggan memberikan keterangan. Ia hanya berkata bahwa jika nomor cantik itu tak terdaftar, sang pemilik kendaraan bisa ditindak. “Kalau Mas menemukan, ajukan saja dan laporkan,” ujarnya tegas.

Adapun Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Restu Mulya Budiyanto, mengatakan pihaknya saat ini sedang mencanangkan pelayanan satu hari (one-day service). “Sekarang kami berupaya agar penerbitan STNK dan pelat nomor bisa selesai dalam satu hari,” ucap Restu.

Menurut dia, kecepatan pelayanan ini tak diimbangi pihak dealer ataupun agen tunggal pemegang merek (ATPM). “ATPM dan dealer juga harus mempercepat proses administrasi buat konsumen,” kata Restu. [Ali nur yasin]

Koran Tempo 10 Sep 2014 Page 25

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s