Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Politik dan Pilpres 2014 » Nostalgia Pendiri dan Pahitnya Kenyataan

Nostalgia Pendiri dan Pahitnya Kenyataan

Scanned Article | Kompas 11 Sep 2014 Page 3, Politik dan Hukum

Kompas 11 Sep 2014 Page 3, Politik dan Hukum
Kompas 11 Sep 2014 Page 3, Politik dan Hukum

KOMPAS –– Pada 26 Juli 2001 dini hari, Susilo Bambang Yudhoyono kembali ke Hotel Hilton (sekarang Hotel Sultan), Jakarta. Siang harinya, SBY tidak berhak maju pada putaran terakhir pemilihan wakil presiden di Gedung MPR/DPR karena sehari sebelumnya tersisih dalam putaran kedua.

Sebelum masuk lift, teman ‘ SBY, Ventje Rumangkang, meminta SBY tidak terlalu kecewa Ventje dan teman-teman lainnya berjanji membantu SBY mengikuti Pemilu Presiden 2004 dengan mendirikan partai politik. Gagasan itu tidak mendapat respons hangat. Namun, keesokan harinya, Ventje dihubungi SBY untuk bertemu membicarakan persiapan pendirian parpol pengusung SBY.

Sejak itu, Ventje bersama sejumlah tokoh menyiapkan pendirian Partai Demokrat. SBY tidak bisa terlibat jauh karena menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.

Pada 7 September 2001, akta pendirian Partai Demokrat selesai ditandatangani 99 pendiri. Di kantor notaris, tanggal berdirinya Partai Demokrat disepakati 9 September 2011. “Agar sesuai hari kelahiran Pak SBY,” kenang Ventje dalam peringatan ulang tahun ke-13 Partai Demokrat, Selasa (9/9), di Jakarta.

Acara sederhana di sebuah hotel ini diadakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat. Yang datang 40-an orang. Selain Ventje, hadir Sys NS, Irsan Tanjung, dan Soekartono Hadiwarsito. Mereka bagian dari 99 pendiri. Tak ada pentas musik seperti biasanya. Hanya ada tumpeng, cerita nostalgia, ungkapan kesedihan karena sejumlah petinggi jadi tersangka korupsi, dan harapan agar kembali berjaya.

Irzan Tanjung, sekjen pertama Partai Demokrat, menceritakan, tahun-tahun awal penuh keprihatinan. Atap rumah untuk rapat bocor. Sag hujan, tumpukan dokumen dipindahkan. Meja kerja pengurus juga tidak dibatasi sekat. Meja Irsan menyatu dengan pengurus lainnya.

Soekartono mengenang, mereka saweran membeli camilan gorengan. Atribut partai yang akan dibagikan ke pengurus daerah dibeli dengan dana pinjaman. Meskipun prihatin, mereka bangga bisa ikut mengantarkan SBY jadi presiden tahun 2004.

Sayangnya, sejak SBY jadi presiden, suasana Partai Demokrat berubah. AD/ART dilanggar. “Orang yang tidak punya kartu tanda anggota tiba-tiba diangkat sebagai pengurus dalam Kongres 2005,” ujar Sys.

Tahun 2009, kondisi Partai Demokrat makin tidak sesuai dengan semangat awal pendiriannya. Irsan mengungkapkan, orang-orang yang datang belakangan dan langsung jadi pengurus membuat Demokrat terperosok karena kasus korupsi.

Ventje mengatakan, para pendiri Partai Demokrat akan memperbaiki partai dengan bertemu pengurus termasuk SBY yang jadi ketua umum. Bagi para deklarator, kader atau pengurus bisa dipecat, bisa dicabut kartu anggotanya, tetapi pendiri atau deklarator tidak akan pernah bisa dihapus. Nama mereka selamanya tertera dalam dokumen negara pendirian Partai Demokrat yang kini surut di akhir periode SBY. (A TOMY TRINUGROHO)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s