Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » Parlemen Indonesia » Uang Tunai Pengganti Rumah Mantan Presiden Dikritik

Uang Tunai Pengganti Rumah Mantan Presiden Dikritik

PEMBERIAN uang tunai sebagai pengganti rumah bagi mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono yang akan selesai menjabat menuai kritik dari sejumlah kalangan. Koordinator Indonesia Buget Center (IBC) Roy Salam menilai Peraturan Presiden 52/2014 tentang Pengadaan Standar Rumah bagi Mantan Presiden dan Mantan Wakil Presiden RI perlu ditinjau ulang.

“Pada dasarnya dalam undang-undang tidak ada yang mengatur pemberian rumah bagi presiden dan mantan wakil presiden diganti dengan uang. Perspres itu jangan terlalu berlebihan untuk mengatur fasilitas bagi presiden dan wakil presiden,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pasalnya, perpres tersebut diubah oleh Presiden Yudhoyono saat masa jabatannya akan berakhir pada 2 Juni lalu. Perubahan itu utamanya terkait dengan nilai maksimal rumah yang akan didapat mantan presiden/wapres.

Sudah ada Keputusan Presiden No 88 Tahun 2007 yang membatasi nilai rumah Rp20 miliar, tapi menjadi tidak ada pembatasan pada Perpres 52/2014 dan di dalamnya tidak diatur secara spesifik mengenai pengadaan rumah yang layak bagi mantan presiden dan wapres.

“Ini mengesankan kebetulan kepentingan sangat tinggi. Bagaimana seorang SBY yang mau lengser membuat perpres mengenai fasilitas yang akan dia peroleh dan akan dia nikmati yang berkonsekuensi pada dana APBN?” ujarnya.

Menurut Roy, harus dilihat aspek kepantasan terkait dengan jumlah uang yang diberikan. Karena diganti menjadi uang, akan menjadi sensitif. “Saya kira perlu dilihat pada aspek kepantasannya apakah uang tersebut tidak terlalu besar?” katanya.

Sementara itu, Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Kadafi menilai dana tersebut dialokasikan bagi kesejahreraan rakyat.

“Uang itu lebih baik dialokasikan saja ke rakyat miskin yang tidak punya rumah. APBN kita hanya memikirkan presiden dan pejabat terus,” ucapnya.

Penegasan mengenai pemerintah akan memberikan uang tunai sebagai pengganti fasilitas rumah bagi SBY dan Boediono disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Sialalahi melalui laman http://www.setkab.go.id. Mengenai nilai harga rumah, menurut Mensesneg, bisa dilakukan degan mengambil patokan berdasarkan harga tanah rata-rata di rumah dinas menteri. (Ind/P-5)

Media Indonesia11 Sep 2014 Page 5

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s