Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » UU Perkawinan » Apa Manfaat Nikah Beda Agama?

Apa Manfaat Nikah Beda Agama?

Oleh Rakhmad Zailani Kiki, Kepala Bidang Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic Center

Judul artikel saya kali ini yang berbentuk pertanyaan memang saya maksüdkan untuk menantang pihak atau orang-orang yang tengah dan akan terus-menerus memperjuangan legalisasi pernikahan beda agama (interfaith marriage) atau kawin campur (mixed marriage).

Karena manusia yang sehat jasmani dan pikirannya, dalam mengambil keputusan dan bertindak, tentu bertujuan untuk mendapatkan manfaat atau kemashlahatan dari keputusan dan tindakan yang diambitnya. Begitu pula dalam urusan pernikahan. Maka, wahai para pejuang legalisasi nikah beda agama, saya mempertanyakan, apa manfaat yang Anda bisa buktikan untuk bangsa ini jika pernikahan beda agama dilegalkan?

Jika Anda semua termotivasi dari kisah-kisah pernikahan beda agama yang berjalan baik, yang berhasil mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah,warrahmah, maka buktikanlah dengan data. Karena datalah yang selama ini menguatkan diri Anda untuk tidak lagi memercayai ajaran agama dan undang-undang perkawinan yang melarang pernikahan beda agama atau beda keyakinan. Namun, sejauh ini belum ada yang dapat Anda buktikan dari sebuah hasil riset yang ilmiah. Selama ini, Anda hanya memaparkan kasus per kasus yang dangkal informasinya dan jauh dari kebenaran ilmiah.

Sebuah tulisan dari Naomi Schaefer Riley yang berjudut “Seven Things You Don’t Know About Interfaith Marriage” yang artinya ‘Tujuh Hal yang Anda Tidak Ketahui Tentang Nikah Beda Keyakinan/Agama’ membuktikan bahwa nikah beda agama tidaklah seperti yang Anda bayangkan. Lebih tampak kemudharatannya dari pada manfaat.

Tulisan Naomi Schaefer Riley ini, yang dipublikasikan oleh foxnews.com berdasarkan hasil sebuah survei nasional yang dia lakukan pada bulan Juli 2010 di negara Amerika Serikat, negara liberal yang mungkin menjadi kiblat pemikiran Anda dalam legalisasi pernikahan beda agama. Dari hasil survei tersebut, ia kemudian memaparkan tujuh hal yang Anda tidak ketahui tentang nikah beda keyakinan/agama (yang terjadi di Amerika Serikat), yaitu:

Pertama, 42 persen pernikahan di Amerika Serikat adalah pernikahan antaragama atau beda agama. Pernikahan antara orang-orang dari dua agama yang berbeda menjadi lebih umum di setiap wilayah negara, untuk laki-laki dan perempuan tanpa memandang status pendidikan atau tingkat pendapatan.

Kedua, pasangan dalam pernikahan antaragama atau beda agama, rata-rata, kurang bahagia dibandingkan orang yang sama-iman. Dalam kombinasi iman tertentu mereka lebih mungkin untuk bercerai.

Ketiga, di Amerika Serikat, orang Yahudi adalah yang paling mungkin untuk menikah beda agama dan pengikut agama Mormon adalah yang paling tidak mungkin untuk menikah beda agama. Muslim, Katolik, dan Protestan berada di posisi tengah. Namun, 1 dari 5 orang Muslim di Amerika Serikat menikahi seseorang dari agama lain. Hal, ini tampaknya menjadi pendorong utama asimilasi Muslim Amerika.

Keempat, anak-anak pasangan beda agama, dua kali tebih mungkin untuk mengadopsi iman ibu mereka daripada iman ayah mereka. Yang tidak mengejutkan ketika Anda berpikir tentang hal itu.

Di Amerika, bagaimanapun, ibu biasanya adalah orang yang bertanggung jawab atas praktik keagamaan keluarga. Mereka lebih cenderung untuk menghadiri gereja, membaca Alkitab, dan antar-jemput anak-anak ke sekolah agama.

Kelima, seperempat pasangan di pernikahan sesama iman benar-benar dimulai dalam agama yang berbeda. Hal ini menunjukkan tidak hanya bahwa agama di Amerika adalah sangat cair, tetapi juga bahwa pasangan dapat memiliki pengaruh kuat atas pilihan spiritual seseorang.

Keenam, di Amerika Serikat, Semakin tua Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk menikah di luar iman Anda. Terdapat 67 persen orang yang menikah antara usia 36 tahun dan 45 tahun berada dalam pernikahan beda agama.

Ketujuh, di Amerika Serikat, ketika Anda menikahi seseorang dari agama lain, membuat Anda lebih mungkin untuk memiliki kesan positif dan iman secara keseluruhan. Dan itu bukan hanya pasangan itu sendiri yang terpengaruh, juga terhadap lingkungan sosial.

Dari tujuh hal di atas, hanya satu yang memberikan informasi tentang manfaat dari pernikahan beda agama, yaitu pada hal ketujuh. Sayangnya, hal ketujuh ini hanyalah kesan, bukan kebenaran. Dari tujuh hal di atas juga, lima hal hanya berupa informasi. Namun, yang perlu diperhatikan oteh Anda, wahai pejuang legalisasi beda agama, adalah hal yang kedua, yaitu: pasangan dalam pernikahan antaragama atau beda agama, rata-rata, kurang bahagia dibandingkan orang yang sama-iman. Dalam kombinasi iman tertentu, mereka lebih mungkin untuk bercerai.

Wahai para pejuang legalisasi beda agama, jika data yang ada menunjukkan pernikahan beda agama tidak mendatangkan kebahagiaan bagi para pelakunya dan kebanyakan berakhir dengan perceraian, lalu untuk apa Anda semua perjuangkan? Satu saja keberhasilan yang telah Anda peroleh, yaitu Anda telah berhasil membuat sensasi, berhasil menarik perhatian, di tengah persoalan-persoalan bangsa dan negara yang lebih penting yang untuk diperbincangkan dan dicarikan jawaban atau solusinya.

Kecuali, jika Anda semua mampu memberikan data yang ilmiah, khususnya di Indonesia, bahwa pernikahan beda agama memberikan manfaat yang besar, mendatangkan kebahagiaan dan keutuhan rumah tangga bagi para pelakunya.


Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s