Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » UU Perkawinan » Tak Hanya Sekadar Cinta

Tak Hanya Sekadar Cinta

Republika 12 Sep 2014 Page 3 oleh Hannan Putra

Bekal menuju pernikahan adalah kondisi ruhiyah yang tinggi.

Setan tidak akan pernah rela dengan orang yang ingin menikah. Hakikatnya menikah menyelamatkan dan menjaga keturunan manusia sesuai fitrahnya.

Untuk itulah, setan akan berupaya sekuat tenaga menghalangi keberlangsungan pernikahan.

Setan juga berupaya menyesatkan manusia melalui pernikahan. Caranya, dengan menyandingkan seorang Muslim ataupun Muslimah dengan orang musyrik dalam bingkai pernikahan. Jika seorang Muslim menikah dengan non-Muslim, iblis tentu bertepuk tangan. Ia tak perlu repot-repot lagi untuk menyesatkan si Muslim tadi karena sudah mendapatkan pendamping hidup yang kafir. Ia pasti akan diajak oleh belahan hati yang kini telah menjadi suami atau istrinya untuk menyekutukan Allah.

Berbagai upaya dilakoni iblis dan setan untuk menggagalkan sebuah pernikahan. Seperti dipesankan pemrakarsa iHAQI, Ustaz Erick Yusuf, banyak masalah yang dihadapi ketika menikah adalah bukti gencarnya iblis menggagalkan pernikahan.

“Kalau orang menikah, sedikit saja bisa jadi masalah. Banyak sekali gangguan. Karena setan akan berupaya sekuatnya, pernikahan harus digagalkan,” ujarnya kepada Republika, Selasa (9/9).

Untuk itulah, seorang yang berada dalam tahapan menjelang pernikahan harus menjaga betul ruhiyahnya. Ia harus berada dalam puncak kesalehan agar bisa melawan segala macam rintangan pernikahan yang diciptakan oleh setan. Ustaz Erick memesankan, seorang yang menjelang menikah harus banyak ibadah untuk memompa ruhiyahnya agar tetap terj aga.

Menurut ustaz yang juga musikus ini, kesabaran dalam mencari jodoh adalah suatu kemestian. Jangan sampai seseorang yang sudah tidak sabar akhirnya menerima siapa pun untuk menjadi pendamping hidupnya. Padahal, suami atau istri adalah orang yang akan mendampingi seumur hidup. Memilih pendamping hidup asalasalan dapat berisiko menghancurkan masa depan.

“Wanita salehah itu perhiasan dunia. Begitu juga dengan laki-laki. Ia menjadi perhiasan bagi wanita dengan kesalehannya. Jangan sampai karena tidak sabar, kesalehan itu diabaikan,” pesannya.

Ia menegaskan, laki-laki yang baik diperuntukkan bagi wanita yang baik pula. Seorang yang beriman tidak akan disiasiakan Allah untuk disandingkan dengan wanita musyrik. Intinya, seorang yang berada pencarian jodoh harus senantiasa mempertahankan kesalehannya. Jangan sampai mengorbankan kesalehan untuk mendapatkan jodoh.

Daiyah Ustazah Dedeh Rosidah Syarifudin menambahkan rujukan dalam memilih jodoh tersebut seperti yang diterangkan dengan hadis Nabi. Dalam hadis, ujar pendakwah yang akrab disapa Mamah Dedeh ini, panduan mencari jodoh disyaratkan empat kriteria. “Wanita itu dinikahi karena empat perkara. Karena kekayaan, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Maka, pilihlah oleh kalian karena faktor agamanya,” ujarnya menirukan hadis yang diriwayatkan Bukhari Muslim.

Menurut Mamah Dedeh, faktor agama adalah suatu kemestian dan harus ada dalam diri talon pasangan. “Kalau alasannya keturunan, tapi tidak mengerti agama, yang diperoleh hanya kerugian. Menikahi karena kekayaan juga begitu. Yang kaya itu kan orang tuanya. Biasanya orang kaya itu sombong kalau tidak mengerti agama. Jadi, pilihlah yang kuat agama dan kuat pengamalan agamanya,” papar Mamah Dedeh kepada Republika, Selasa (9/9).

Menurutnya, pengamalan agama yang baik adalah ciri dari pemahaman agama yang baik pula. Banyak yang sekolah agama, punya ilmu agama yang banyak, tapi minim pengamalannya.

Untuk mencari jodoh yang baik, harus diusahakan. “Urusan jodoh tetap hams dicari, bukan ditunggu,” pesannya. Berusaha dan berdoa adalah dua senjata yang harus digunakan dalam berburu jodoh. Mamah mensyaratkan, carilah jodoh di lingkungan dan pergaulan yang baik, insya Allah akan dapat yang baik pula.

“Kalau pengen jodoh yang baik, saleh, dan salehah, sering-seringlah pergi ke tempat pengajian, majelis ilmu, dan sejenisnya,” jelasnya.

“Bergaullah ke luar karena jodoh itu datang karena pergaulan. Bersosialisasi di lingkungan yang baik. Kewajiban bagi kita untuk berusaha mencari jodoh. Iringi pula dengan doa,” pesannya.

Mamah Dedeh menyarankan, jika sudah bertemu dengan jodoh idaman, jangan diundur-undur untuk menikah. Justu dengan lama berpacaran akan merusak niat suci untuk berumah tangga. “Saran Mamah, kalau sudah ta’aruf jangan kelamaan berpacaran. Orang berpacaran itu banyak dosanya. Berpandangan, dosa. Berpegangan, dosa.” ■ ed: hafidz muftisany

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s