Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Tim Ekonomi Jokowi Diragukan

Tim Ekonomi Jokowi Diragukan

Banyak menteri yang ditempatkan tidak sesuai dengan kompetensinya.

JAKARTA — Tim ekonomi Presiden Joko Widodo dipandang tidak memuaskan oleh kalangan ekonom. Sebagian menteri dinilai tidak punya rekam jejak  yang mumpuni, sebagian lagi ditempatkan tidak sesuai dengan kompetensinya. “Ibarat mobil, angin bannya tak ideal. Kalau dibawa ngebut, malah berbahaya,” kata ekonom dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Latif Adam, kemarin.

Ia menyoroti Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dan Menteri Perindustrian Saleh Husin. Kinerja Rini sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, dinilai Latif, tidak istimewa. Akan halnya Saleh, is tak punya pengalaman mengatasi masalah perindustrian.

“Padahal banyak sekali Masalah industri yang harus ditangani. Antara lain ketergantungan terhadap impor, daya saing yang rendah, dan tenaga kerja yang tak berkualitas,” tuturnya.

Berdasarkan kriteria, integritas, kesesuaian, posisi, dan kemampuan kerja, Latif memberi nilai 6,25 untuk tim ekonomi Kabinet Kerja.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance, Ahmad Erani Yustika, juga kecewa. Ia memandang Sofyan Dj alil, yang menjabat Menteri Koordinator Perekonomian, tak punya pengetahuan fiskal dan moneter secara utuh. “Pengalamannya kan hanya di BUMN dan Kominfo,” kata Erani.

Ia pun mengkritik penunjukan Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan. Bambang, tutur dia, adalah desainer Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dianggap gagal. Penunjukan Rahmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan tak luput dari kritik Erani. Rahmat, kata dia, lebih cocok menjabat Menteri Perindustrian.

Pujian hanya diberikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. Keduanya, kata Erani, meski kurang kompeten, cukup berintegritas. Alhasil, Erani hanya memberi nilai rata-rata 6,5 kepada tim ekonomi Joko Widodo-Jusuf Jalla.

Sebaliknya, ekonom dari Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, menyatakan penempatan Andrinof kurang tepat. Sebabnya, Andrinof tidak memiliki Tatar belakang ekonomi. Padahal tugas Bappenas sebagai perencana program dan arah kementerianmembutuhkan orang berpengalaman. “Semua bisa menjadi pengamat ekonomi. Tapi, kalau Bappenas, hares ahli juga,” tuturnya.

Berbeda dengan ketiga ekonom tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, menyambut baik ‘ tim ekonomi Jokowi-JK.

Ia berpendapat, tidak punya rekam jejak bukan berarti tak bisa kerja dan berprestasi. Ia bahkan berani memberi nilai 8 kepada tim ekonomi Kabinet Kerja.

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan membela Rini. Ia mengatakan, penggantinya itu punya segudang pengalaman, salah satunya menjadi Direktur Utama PT Astra International Tbk. “Seseorang yang pernah jadi dirut itu hebat,” kata Dahlan. Menurut dia, Rini punya tugas berat melindungi BUMN dari intervensi politik dan campur tangan pihak luar.

Presiden Jokowi menyatakan Andrinof dipilih lantaran ahli di bidang kebijakan publik dan anggaran. Menteri Energi Sudirman Said, Jokowi mengimbuhkan, ditunjuk karena merupakan manajer bisnis andal dan aktivis anti-korupsi. Adapun Rini dipilih karena berpengalaman di bidang usaha, pernah menjadi menteri, dan seorang pekerja yang supercepat. [Efri Ritonga]

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s