Home » PAGE 5.1 - TNI, Militer, Atase » BIN » Kepala BIN Pilihan Jokowi: As’ad, Fachrul, dan Sjafrie Paling Berpeluang

Kepala BIN Pilihan Jokowi: As’ad, Fachrul, dan Sjafrie Paling Berpeluang

Presiden akan meminta pertimbangan ke KPK dan PPATK.

JAKARTA, KORAN TEMPO — Bekas Wakil Menteri Pertahanan LetnanJenderal (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, bekas Wakil Kepala Badan Intelijen Negara As’ad Said Ali, dan bekas Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn.) Fachrul Razi disebut sebagai kandidat kuat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Dari tiga nama itu, bare As’ad yang pernah dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka.

“Yang menguat memang tiga nama ini. Tapi kan keputusannya nanti tinggal satu, kita tunggu saja,” kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia, Tedjo Edhy Purdijatno, seusai rapat kabinet di kantor Presiden, kemarin. Menurut Tedjo, ada kemungkinan besar Jokowi akan mengumumkan nama Kepala BIN sebelum bertolak ke Cina pada Jumat pecan ini.

Presiden, kata Tedjo, masih menimbang tiga nama itu, termasuk kemungkinan adanya nama baru untuk mengantikan Martian Norman, Kepala BIN sekarang. “Tapi bisa saja (tiga nama itu) hilang semua, lalu muncul yang lain lagi,” kata politikus Partai NasDem itu.

Sebagaimana pencarian menteri kabinet, beberapa waktu lalu, calon Kepala BIN juga menjalani proses seleksi. “Presiden tetap akan meminta pertimbangan Komisi Pemberantasan Korupsi serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan,” Tedjo menambahkan.

Menurut Undang-Undang Intelijen Negara, posisi Kepala BIN sangat strategic bagi presiden. Dia antara lain memberikan masukan dan informasi akurat ihwal ancaman yang bisa mengganggu pemerintahan. Kepala BIN juga mesti mahir dalam diplomasi, mengelola, serta mengolah data untuk disajikan kepada presiden sebelum mengambil keputusan.

Menurut seorang pejabat di kantor kepresidenan, nama Sjafrie muncul karena sudah lama masuk “radar” Jokowi. Dia dianggap melek dunia intelijen dan berhasil mengawal lahirnya Undang-Undang Intelijen, setelah 9 tahun terkatung-katung. Di kalangan internal Istana, santer beredar kabar bahwa nama Sjafrie sudah dipilih Jokowi sebagai Kepala BIN.

Adapun nama As’ad, menurut seorang pejabat di Pengurus Besar Nandlatul Ulama, disorongkan elite organisasi massa itu. Saat ini, As’ad menjadi Wakil Ketua Umum PBNU. Ia dikenal dekat dengan mantan Kepala BIN Jenderal (Purn.) A.M. Hendropriyono. Saat kampanye pemilu presiden, Hendropriyono menjadi penasihat tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Khatib Aam PBNU Malik Madani mengatakan As’ad sangat cocok menjadi Kepala BIN. “Namur itu bukan karena semata-mata dorongan NU,” kata dia. “Dia punya pengalaman (intelijen) yang tidak ditemukan pada tokoh lain.”

Adapun nama Fachrul Razi, menurut orang yang mengetahui penyusunan Kabinet Kerja Jokowi, disorongkan Luhut Panjaitan, yang juga pernah menjadi penasihat Tim Transisi Jokowi-Kalla. September lalu, Jokowi membenarkan Luhut mengajukan paket draf kabinet. Tapi Jokowi tidak ingat nama kandidatnya.

Luhut membantah menyorongkan nama Fachrul sebagai calon Kepala BIN ke Jokowi. “Saya enggak tahu soal itu,” kata dia mengelak. As’ad juga mengaku belum tahu ihwal namanya masuk bursa calon Kepala BIN. Sedangkan Sjafrie belum merespons permintaan wawancara Tempo soal namanya yang santer bakal menjadi kandidat kuat Kepala BIN.

SCANNED ARTICLE | Oleh Ananda Teresia, Nuriman Jaya Buana, Muhammad Muhyiddin, Indra Wijaya, Jobpie Sugiharto, Prihandoko, Anton A.


Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s