Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Ormas Lintas Agama Beda Pendapat

Ormas Lintas Agama Beda Pendapat

By Ira Sasmita | Scanned Article | Page 2, Nasional

PBNU berpendapat nikah tak hanya dipertanggungjawabkan di depan manusia, tapi juga di depan Tuhan.

JAKARTA, REPUBLIKA — Sidang perkara pengujian Pasal 2 Ayat 1 UU Perkawinan kembali dilanjutkan di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (5/11). Para tokoh lintas agama yang didatangkan dalam sidang, berseberangan pendapat soal pasal yang mengatur bahwa pernikahan mestinya antara warga negara yang seagama.

Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menyatakan, ajaran Buddha mengupayakan agar pernikahan diusahakan seiman. “Tetapi, jika sampai terjadi ada yang beda ya kita upayakan agar pernikahan itu tetap berlangsung. Karena ini ada jodoh karma yang kuat dan dalam,” kata pengurus Walubi Suhadi Sendjaja saat memberikan keterangan dalam sidang, kemarin.

Menurutnya, permohonan peninjauan kembali Pasal 2 Ayat 1 laik dipertimbangkan. Karena, menurut keyakinan umat Buddha, perkawinan bisa terjadi karena ada ikatan jodoh masa lampau yang kuat sehingga saat terjadi perbedaan keimanan, perkawinan tidak harus dihentikan.

Senada dengan Walubi, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) juga mendukung pengesahan perkawinan meski berbeda keyakinan. Pasal 2 Ayat 1 dinilai mengabaikan realitas warga negara Indonesia yang beraneka ragam latar belakang dan budaya, serta melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Pasal 2 ini telah mengabaikan kenyataan bahwa manusia memiliki rasa cinta yang sifatnya universal, tidak mengenal warna kulit, keturunan, maupun agama,” kata kuasa hukum PGI Nikson Lalu. Ia mengakui, pernikahan beda agama bukan yang ideal, tetapi bukanlah hal yang mustahil.

Pandangan berbeda disampaikan oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). “Pemohon sebagai kaumterpelajar saat mengajukan permohonan, harusnya tahu bahwa seluruh permohonannya sudah pernah dibahas panjang lebar sebelumnya,” kata kuasa hukum MUI Luthfie Hakim.

Pengurus PBNU Ahmad Ishomuddin mengatakan, pernikahan tidak hanya dipertanggungjawabkan di depan manusia, tetapi juga di depan Tuhan. Sebab itu, pernikahan, menurutnya, tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama.

Soal pernikahan beda agama dalam Islam, Ahmad mengatakan, ada tiga pendapat ulama yang berbeda. “Memang ada yang menyatakan boleh, sesuai (surah) al-Maidah ayat 5, tetapi itu juga dengan maksud menarik mempelainya menjadi umat Islam. Pendapat lainnya makruh dan haram,” jelasnya.

Karena itu, PBNU meminta MK tidak mengabulkan tuntutan apa pun dari pemohon dan tetap memberlakukan ketentuan Pasal 2 Ayat 1 UU Perkawinan.

Rangga Sujud Widigda selaku perwakilan pemohon mengatakan, MUI dan PBNU salah dalam menafsirkan permohonan pemohon. “Permohonan ini bukan upaya mengesampingkan agama, ini bukan masalah semantik semata. Maksud kami, tetap didasaikan pada agama, tapi yang menafsirkan itu mempelainya,” kata Rangga.

UU Perkawinan digugat oleh empat mahasiswa, yakni Damian Agata Yuvens, Rangga Sujud Widigda, Luthfi Saputra, dan Anbar Jayadi. Mereka memohonkan pengujian atas Pasal 2 Ayat 1 UU Perkawinan yang menyatakan, “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu.”

Mereka menggugat pasal itu karena merasa hak-haknya dirugikan atau berpotensi dirugikan dengan berlakunya keabsahan perkawinan melalui hukum agama. Pemohon menilai, pengaturan perkawinan sebagaimana yang tercantum dalam aturan tersebut akan berimplikasi pada tidak sahnya perkawinan yang dilakukan di luar hukum masingmasing agama dan kepercayaan.

Mereka juga menilai, negara memaksa agar setiap individu mematuhi hukum agama dan, kepercayaan masing-masing dalam bidang perkawinan.

Pengaturan tersebut juga dinilai menyebabkan ketidakpastian hukum bagi orang-orang yang hendak melakukan perkawinan di Indonesia. Sebab, penerapan hukum agama dan kepercayaan sangat tergantung pada interpretasi, baik secara individual maupun institusi.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s