Home » PAGE 3.10 - Kesehatan » Kesehatan » Perokok 13 Kali Lebih Berisiko Kena Kanker

Perokok 13 Kali Lebih Berisiko Kena Kanker

SCANNED ARTICLE | By FAT/H-3 | Page 14

[MEDIA INDONESIA] Kanker paru-paru termasuk jenis kanker yang amat mematikan. Perokok berisiko 13 kali lebih besar terkena kanker tersebut, selain berisiko juga terkena penyakit pernapasan lain, seperti penyakit paru obstruktif kronik. (PPOK), asma, bronkitis, dan gangguan napas saat tidur.

Hal itu diungkapkan dokter spesialis paru dari RS Persahabatan Jakarta, dr Sita Andarini SpP(K), dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

“Orang yang merokok 13 kali lebih berisiko terkena kanker paru. Kanker ini belum ada survivor-nya (penyintasnya) karena belum ditemukan obatnya. Begitu terdiagnosis, umurnya tidak panjang,” ujar dokter Sita.

Sita menjelaskan bahwa kanker paru merupakan penyebab kematian akibat kanker pertama di Asia, yakni 19% dari kasus kematian akibat kanker di 20 negara di Asia.

Senada dengan Sita, dokter dan peneliti paru Prof Faisal Yunus mengatakan bahwa kanker paru tergolong sulit dideteksi. Diperlukan pemeriksaan mendalam menggunakan CT scan dan tes laboratorium untuk mendiagnosis kanker paru. Banyak pasien kanker paru yang telat terdeteksi.

“Parahnya lagi, ternyata perokok pasif lebih dulu terkena kanker paru daripada yang aktif,” ujar dia.

Selain kanker paru, PPOK juga menjadi ancaman yang membayangi perokok, baik yang aktif maupun pasif. Bedanya, menurut Prof Yunus, penderita PPOK cenderung memiliki umur yang lebih panjang kendati menderita gejala yang mirip kanker paru.

“Gejala yang umum itu sesak napas, kemudian batuk yang tidak kunjung sembuh, batuk darah, berat badan menu- run, dan suara hilang,” timpal Sita.

Pada kesempatan yang sama, Prof Yunus memaparkan rencana penyelenggaraan The 19th Congress of Asian Pacific Society of Respirology (APSR) di Nusa Dua, Bali pada 13-16 November mendatang.

Berbagai penelitian dan perkembangan ilmu terkait masalah paru dan pernapasan akan didiskusikan dalam forum yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dan Asian Pacific Society of Respirology itu.

“Kongres ini menyasar 3.000 peserta lintas disiplin ilmu terkait respirasi dari negaranegara Asia Pasifik,” ujar Prof Yunus yang juga menjabat presiden kongres tersebut. (Fat/H-3)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s