Home » PAGE 3.20 - Teknologi » Ilmu dan Teknologi » Pertahanan Negara: Teknologi Mahapenting demi Kemandirian

Pertahanan Negara: Teknologi Mahapenting demi Kemandirian

Scanned Article | By EDN

JAKARTA, KOMPAS — Teknologi dalam industri pertahanan tidak saja bisa menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga lokomotif perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa. Oleh karena itu, pengembangan teknologi untuk kemandirian industri pertahanan dalam negeri menjadi sasaran yang harus dicapai bersama.

Hal ini merupakan benang merah Indo Defence Expo 2014 yang berlangsung pada 5-8 November di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Pameran industri pertahanan tersebut diikuti 671 perusahaan, terdiri dari perusahaan badan usaha mink negara dan perusahaan swasta.

Dalam pembukaan pameran, Rabu (5/11), Wakil-Presiden Jusuf Kalla mengatakan, teknologi pertahanan bisa menjadi sarana bangsa dalam pengembangan diri.

“Mengingat teknologi telah menjadi faktor penentu dalam kemenangan perang sehingga pengembangan teknologi menjadi keharusan,” ujar Kalla.

Hal senada disampaikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Menurut Ryamizard, melalui pameran ini, diharapkan muncul ide-ide kerja sama di bidang teknologi. Ia juga mengharapkan Indo Defence bisa membuka peluang bagi Indonesia untuk mendapatkan jaringan usaha dalam bidang industri pertahanan dan transfer teknologi. “Kita ingin industri pertahanan jadi dan rumah di negeri sendiri,” katanya.

Ryamizard menambahkan, dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, Indonesia punya payung hukum agar pengguna memanfaatkan hasil industri dalam negeri. Hal ini merupakan penjabaran dari ideologi Trisakti dalam bidang pertahanan.

Produk Indonesia
Menurut pengamatan Kompas, sudah ada beberapa produk Indonesia yang dipamerkan, mulai dari panser Pindad Cokcerill 90P, kapal tanpa awak PT Lundin- SAAB bernama Bonefish, hingga seragam lapangan militer. Namun, secara keseluruhan, produk-produk asing, seperti Eurofighter, Rosoboronexport, dan Lockheed Martin, lebih mencolok.

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam peluncuran buku Membangun Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia karya Silmy Karim menyebutkan, tantangan industri pertahanan meliputi sumber daya manusia, modal menghadapi produsen besar, dan pasar.

Sjafrie mengatakan, industri pertahanan nasional harus memastikan bahwa sumber daya manusianya memiliki nasionalisme tinggi sekaligus profesional. Pengembangan industri pertahanan juga membutuhkan kebijakan pemerintah terkait dengan modal. (EDN)


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s