Home » PAGE 5.1 - TNI, Militer, Atase » BIN » Berharap Bersih dari Kasus HAM

Berharap Bersih dari Kasus HAM

By Mas Alamil Huda, Reja Irfa Widodo | Scanned Article | Page 3, Nasional

REPUBLIKA, Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengkritisi kandidat yang akan menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Kontras berharap kepala BIN yang baru nanti adalah orang yang bebas dari kasus pelanggaran HAM.

“Nama-nama yang muncut sebagai calon kepala BIN sekarang enggak pertu dipilih-pilih lagilah. Cari orang-orang baru,” katanya, di Jakarta, Rabu (5/11).

Haris sendiri merekomendasikan beberapa nama, salah satunya adalah mantan kepala Bais AL Sulaiman Pontoh. “Alasannya, isi kepalanya oke, pemahamannya soal keamanan, demokrasi itu baik. Saya pernah berdiskusi sama dia,” katanya.

Menurut Haris, sepengetahuannya, Sulaiman Pontoh tidak punya catatan keterlibatan pelanggaran HAM. Dia juga berani tampil beda. Contohnya, dalam kasus perjanjian Indonesia dengan Singapura soal wilayah Riau yang digunakan untuk tatihan tentara Singapura, dia punya opini berbeda.

“Ngapain munculin nama lama yang punya kontroversi mengenai pelanggaran HAM? Sutiyoso, Syafrie Sjamsuddin, Fachrut Rozi,” katanya.

Sebaiknya Jokowi mencari orang profesional. Menurut Haris, urusan BIN adalah urusan yang mempunyai kapasitas dan kewenangan yang unik dan berbeda dengan lembaga lain. Kalau BIN dikuasai oleh orang-orang yang integritasnya buruk dan tidak mau berurusan dengan lembaga yang transparan, wewenang BIN berpotensi disalahgunakan.

Sedangkan, Direktur Setara Institute, Hendardi, mengatakan, ada tiga alasan ketidaklayakan soal nama-nama yang muncul sebagai calon kepala BIN. Pertama, ada beberapa orang yang bukan berlatar belakang intelijen. Kedua, ada yang sudah lama tidak bergerak di lingkungan intelijen.

Terakhir, ada pula orang yang tidak tepat jika harus ditempatkan di BIN. “Ya harus-right man on the right place,” tutur Hendardi.

Menurut dia, kepala BIN yang baru harus memiliki visi dan misi yang jelas. Dia juga harus memiliki kemampuan jaringan dan diptomasi yang baik, baik di dalam maupun di luar negeri.

Selain itu, pengalaman dan profesionalisme pun tidak kalah penting. Hendardi berpendapat masalah intelijen negara adalah hal yang rumit. Maka itu, diperlukan orang yang sudah sangat memahami seluk beluk BIN. ■ c81/c97 ed: muhammad hafil

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s