Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Calon Jaksa Agung : "Tidak Semua Kandidat Berintegritas’

Calon Jaksa Agung : "Tidak Semua Kandidat Berintegritas’

SCANNED ARTICLE | By Pramono

Presiden belum menyerahkan daftar nama ke KPK.

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Zulkarnain meminta Presiden Joko Widodo berhati-hati dalam memilih Jaksa Agung. Menurut Zulkarnain, sejumlah nama calon Jaksa Agung yang belakangan ini beredar tak semuanya berintegritas. “Di antara nama-nama yang sudah beredar, tidak semua berintegritas dan paham kebutuhan Kejaksaan Agung,” kata Zulkarnain scat dihubungi Tempo kemarin. Dia enggan menyebutkan siapa saja nama tersebut dan rekam jejak setiap calon.

Zulkarnain juga meminta Jokowi tak memilih calon yang berasal dari kalangan partai politik. Dia khawatir calon Jaksa Agung dari partai bakal memiliki konflik kepentingan yang mengakibatkan penanganan kasus terhambat. Saat ditanyai kemungkinan Presiden memilih talon dari kalangan internal Kejaksaan, Zulkarnain menjawab, “Harus dilihat lagi rekam jejaknya supaya yang terpilih adalah orang yang tepat,” kata Zulkarnain.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan dan Jawa Timur ini juga meminta Presiden mempertimbangkan kemampuan calon Jaksa Agung. Terutama dalam menghadapi berbagai persoalan di lembaga penuntut tertinggi tersebut. Tapi dia menegaskan, pemilihan Jaksa Agung merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi.

Zulkarnain menyatakan KPK siap membantu memberikan informasi soal rekam jejak calon Jaksa Agung kepada Presiden. Dia meminta Presiden Jokowi menyerahkan daftar nama calon seperti yang dilakukan menjelang pengisian kabinet bulan lalu. Juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan Presiden Jokowi belum memberikan nama-nama calon Jaksa Agung untuk ditelusuri rekam jejaknya.

Koordinator Korupsi, Politik, dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho, mengatakan Presiden sebaiknya meminta KPK menelusuri rekam jejak calon Jaksa Agung sebelum mengambil keputusan. Bahkan penelusuran rekam jejak ini sebaiknya lebih ketat lagi.”Karena Jaksa Agung menjadi ujung tombak penegakan hukum.”

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan Jokowi ada kemungkinan mengumumkan nama Jaksa Agung sebelum berangkat ke Beijing, Cina, akhir pekan  ini. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyebutkan ada lima calon Jaksa Agung yang dipertimbangkan oleh Presiden. Tiga di antaranya berasal dari luar Kejaksaan Agung, yaitu Deputi Unit Kerj a Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Mas Achma d Santosa, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Muhammad Yusuf, serta bekas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin.

Sedangkan dua calon lainnya berasal dari kalangan internal, yaituWidyo Pramono, yang menj a- bat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, dan Andhi Nirwanto, yang kini menjabat Wakil Jaksa Agung. Belakangan muncul pula nama M. Prasetyo, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai NasDem. Nama Prasetyo disorongkan oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Sekretaris 4enderal NasDem Patrice Rio Capella membenarkan bahwa partainya menyorongkan nama Prasetyo. “Sebenarnya bukan mengajukan, tapi kami dimintai pertimbangan,” katanya. Dia tak mempersoalkan jika Presiden mencoret nama kader NasDem dari daftar calon Jaksa Agung.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s