Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Dukungan Gugatan Disanggah

Dukungan Gugatan Disanggah

By Ahmad Islamy Jamil | Scanned Article | Page 25, Khazanah

Tokoh Buddha menitai, nikah beda agama sama dengan kumpul kebo.

JAKARTA, REPUBLIKA — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, tidak ada satu pun agama yang mendukung pernikahan beda agama. Dia mengaku, sudah berkomunikasi dengan para pemuka agama tentang uji materi terhadap Pasal 2 ayat 1 UndangUndang Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ketua umum dan sekretaris PGI saya tanya, PGI tidak menoleransi pernikahan beda agama,” ujar Lukman di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (6/11). Dukungan terhadap gugatan nikah beda agama terungkap dalam sidang lanjutan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (5/11).

Dalam sidang tersebut, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) mendukung pengesahan perkawinan meski berbeda keyakinan. Kuasa Hukum PGI Nikson Lalu mengungkapkan, Pasal 2 Ayat 1 mengabaikan realitas warga negara Indonesia yang beraneka ragam latar belakang dan budaya serta melanggar hak asasi manusia (HAM). “Pasal 2 ini telah mengabaikan kenyataan bahwa manusia memiliki rasa cinta yang sifatnya universal,” katanya.

Tak hanya PGI, saksi dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) pun mendukung gugatan tersebut. Pengurus Walubi Suhadi Sendjaja menyatakan, meski ajaran Buddha mengupayakan agar pernikahan diusahakan seiman tapi pernikahan beda agama bisa berlangsung. “Karena ini ada jodoh karma yang kuat dan dalam,” katanya.

Hanya, Menag mengaku, dia baru mendengar informasi dari keterangan para saksi tersebut. “Saya baru dengar ini. Saya belum dapat infomasi lebih lanjut.” Menurutnya, terdapat kemungkinan jika dukungan PGI dan Walubi terjadi karena adanya salah satu aliran yang berbeda.

Lukman menjelaskan, sebagai masyarakat religius, mayoritas warga Indonesia menganggap pernikahan sebagai peristiwa sakral yang tidak bisa dipisahkan dari nilai agama. Di mata hukum, peristiwa pernikahan baru disahkan jika sesuai dengan nilai agama. “Pernikahan harus sesuai dengan UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974,” ujar dia.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta AA Yewangoe mengatakan, menu- rut Bibel, umat Israel pada zaman Ezra dan Nehemia dulu diharamkan menikahi orang yang bukan berasal dari sesama bangsa atau sukunya.

Sejarah inilah yang sering dijadikan acuan oleh gereja untuk sedapat mungkin menghindari pemberkatan nikah beda agama dilaksanakan di gereja. Meski begitu, kata Yewangoe, tidak semua gereja menerapkan aturan tersebut. Ada juga gereja yang melakukan pemberkatan nikah beda agama, bukan saja antara pasangan Kristen Protestan dan Katolik, melainkan juga antara Kristen dan non-Kristen.

Penasihat Sangha Mahayana Indonesia Rahib Jimmu Gunabhadra’mengungkapkan, ajaran Buddhisme hanya bisa merestui pernikahan sesama penganut Buddha. Agama Buddha tidak dapat merestui pernikahan antara dua orang berbeda keyakinan. Dia menyatakan, pernikahan antara dua orang yang berbeda keyakinan tidak dapat dibenarkan. “Praktiknya kumpul kebo,” ujar dia. ■ ahmad istamy jamit/c60/c83 ed: a syataby ichsan

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s