Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Ekspor Diproyeksikan Membaik Tahun Depan

Ekspor Diproyeksikan Membaik Tahun Depan

SCANNED ARTICLE | By Agus Supriyanto

Amerika Serikat adalah pembeli utama produk manufaktur Indonesia.

JAKARTA, KORAN TEMPO — Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Hendri Saparini, memperkirakan kinerja ekspor Indonesia tahun depan akan lebih baik dibanding tahun ini.

Sepanjang 2014, ekspor komoditas tertekan akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia, terutama di Jepang dan Cina.

Hendri Saparini mengungkapkan hal itu dalam seminar Economic Outlook Indonesia 2015 and Beyond: Reinventing Economic Priorities, di Jakarta, kemarin. Dia mengatakan ekspor Indonesia 2015 masih akan dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global. Namun ada harapan lebih besar karena ekonomi Amerika Serikat yang mulai pulih. “Tahun depan, pertumbuhan ekonomi Amerika diproyeksikan mencapai 3,3 persen PDB,” kata dia.

Menurut Hendri, tandatanda pemulihan ekonomi di Amerika sudah tampak sejak beberapa bulan terakhir. Misalnya, jumlah pengangguran turun dan indeks penjualan retail terangkat .” Pulihnya Amerika penting karena negara ini pembeli utama produk manufaktur kita.”

Saat ini, ekspor Indonesia anjlok karena permintaan dariCina danJepangmerosot. , Namun karakteristik Amerika Serikat berbeda dengan Cina, yang lebih banyak membeli barang mentah, seperti minyak sawit mentah (CPO), timah, karet, dan produk otomotif. “Indonesia harusmenetapkankebijakan industri yang tepat untuk memperoleh nilai tambah,” kata Hendri.

Dalam forum yang sama, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel kembali menyebut target peningkatan ekspor nonmigas sebesar 300 persen dalam lima tahun pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dia mengakui target itu banyak dipertanyakan, bahkan oleh bawahannya sendiri. “Jawaban saya, ya kalian pikir sendiri. Saya tetapkan angka, kalian yang pikir.”

Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Danamon, Anton Gunawan, memperkirakan kinerja perekonomian Indonesia tahun depan di bawah target dibanding asumsi makro ekonomi APBN 2015. “Tahun depan (pertumbuhan) sepertinya akan ada di kisaran 5,3 atau 5,4 persen PDB;” kata dia. Proyeksi itu lebih rendah dari target APBN sebesar 5,8 persen PDB.

Hal itu dipengaruhi belum adanya kepastian stabilitas kondisi politik, serta ekonomi global yang melambat. Di sisi lain, kebijakankenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dan prioritas ke sektor infrastruktur dianggap belum cukup berkontribusi. Pemerintah berharap tensi politik yang masih tinggi di parlemensegera dihentikan. “Stabilitas iklim usaha diperlukan untuk menarik investor,” kata Deputi Bidang Koordinasi Fiskal dan Moneter Kementerian Koordinator Perekonomian, Bobby Hamzar Rafinus.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s