Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Empat Pejuang Jadi Pahlawan Nasional

Empat Pejuang Jadi Pahlawan Nasional

By Ahmad Islamy Jamil | Scanned Article | Page 3, Nasional

Tahun ini ada 12 nama yang diusulkan untuk menerima gelar pahlawan nasional.

JAKARTA, REPUBLIKA — Pemerintah menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada empat orang pejuang. Keempatnya yaitu Letnan Jenderal (Anumerta) Djamin Ginting, KH Wahab Hasbullah, Sukarni Kartodiwiryo, dan HR Muhammad Mangundiprojo.

“Penganugérahan rencananya dilakukan di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 7 November,” kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial Hartono Laras saat dihubungi Republika, Kamis (6/11).

Menurut Hartono, nama-nama itu baru diserahkan oleh Menteri Sosial pada Kamis (6/11) sore. Nama-nama itu adalah nama yang dipastikan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional tersebut. “Di luar itu saya tidak tahu,” katanya.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga memastikan bahwa empat nama tersebut akan dianugerahi gelar pahlawan nasional pada tahun ini. Empat orang itu dianggap telah berjasa kepada bangsa dan negara.

“Empat orang sudah disetujui oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, clan Tanda Kehormatan dan akan dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh presiden,” kata Khofifah di sela acara silaturahim Kementerian Sosial dengan veteran Seroja dalam rangka peringatan Hari Pahlawan yang digelar di Wisma Seroja, Bekasi.

Sebelumnya, pemerintah mengaku sudah mengantongi sejumlah nama calon penerima gelar pahlawan pada peringatan Hari Pahlawan 10 November ini. Nama-nama tersebut diperoleh setelah melewati proses seleksi di Kementerian Sosial.

“Tahun ini ada 12 nama yang diusulkan untuk menerima gelar pahlawan. Saat ini kami masih menunggu keputusan presiden untuk penetapannya,” kata Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial (K2KS) Kemensos Andi Hanindito, Selasa (4/11).

Namun, Andi enggan membeberkan siapa saja calon penerima gelar pahlawan tersebut. Yang jelas, kata dia, kedua belas nama itu sudah diseleksi oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kemensos.
Proses selanjutnya adalah tinggal menunggu surat keputusan dari presiden. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan dari 12 nama tadi ada yang tidak diloloskan oleh Presiden.

Lebih besar
Wakil Ketua PBNU As’ad Said Ali menilai gelar pahlawan nasional bagi KH Wahab Hasbullah, yang merupakan salah satu pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nandlatul Ulama (NU), tak sebanding dengan jasa Kiai Wahab terhadap bangsa dan negara. Sebab, sejak 1914 Kiai Wahab telah mendirikan kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran). Diskusi yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Islam maupun tokoh pergerakan nasional itu bertujuan mencari cara mengeluarkan bangsa Indonesia dari penjajahan.

Setelah itu, pada 1916, Kiai Wahab mendirikan organisasi Nandlatul Wathan (Kebangkitan bangsa). Fokus dari organisasi ini adalah menumbuhkan cinta kebangsaan bagi orang Indonesia, yang berlandaskan keislaman. “Organisasi ini memberikan kursus kebangsaan kepada rakyat Indonesia dan mengawinkan antara kebangsaan dengan Islam,” kata As’ad.

Karena itu, As’ad menilai Kiai Wahab merupakan peletak dasar antara negara dengan Islam. “Tapi bukan negara Islam, bukan juga sekuler. Negara dan Islam itu tak dipisahkan tapi dibedakan,” katanya.

Pokok-pokok pikirannya itulah yang kemudian hari setelah Indonesia merdeka membuat negara melalui pemerintah melindungi kehidupan beragama masyarakatnya. ■ c97/c57 ed: muhammad hafil


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s