Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Kompas » Kenaikan Harga BBM, Pertamina Siapkan Dua Skenario

Kenaikan Harga BBM, Pertamina Siapkan Dua Skenario

SCANNED ARTICLE | EDITORIAL

SURABAYA, KOMPAS — PT Pertamina (Persero) menyiapkan dua skenario menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi untuk mencegah kelangkaan di masyarakat. Dua skenario tersebut adalah meminta kerja sama kepala daerah mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian dan penambahan stok bahan bakar minyak nonsubsidi.

Skenario tersebut dijalankan setelah dari penghitungan Pertamina, kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebanyak 46 juta kiloliter akan habis sebelum 31 Desember nanti. Hingga 31 Oktober 2014, realisasi penyaluran BBM bersubsidi telah mencapai 39,07 juta kiloliter atau 86,1 persen terhadap alokasi kuota yang disalurkan Pertamina tahun ini.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi sudah diterapkan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Jambi, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan. Kebijakan itu berupa batas maksimal pembelian premium untuk mobil pribadi sebesar Rp 100.000, mobil angkutan umum Rp 150.000, dan kendaraan roda dua Rp 20.000.

“Dasar pembatasan pembelian dilakukan lewat edaran surat keputusan dari kepala daerah yang bersangkutan. Namun, tak semua kepala daerah bersedia bekerja sama untuk mengeluarkan kebijakan pembatasan tersebut,” ujar Hanung di sela-sela kegiatan inspeksi mendadak di SPBU di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (6/11).

Hanung menambahkan, dengan pola konsumsi BBM di masyarakat saat int premium diperkirakan habis pada 20 Desember, sedangkan solar habis pada 23 Desember. Adapun minyak tanah diperkirakan habis pada 7 Desember. Artinya, keseluruhan BBM bersubsidi tersebut akan habis sebelum 31 Desember 2014.

“Saat kuota BBM bersubsidi habis sebelum saatnya, kami akan menyediakan premium nonsubsidi dan pertamax. Harga premium nonsubsidi berkisar Rp 8.500 hingga Rp 9.100 per liter.

Tidak perlu cemas, Pertamina mampu menyediakan berapa pun kebutuhan premium nonsubsidi,” tutur Hanung.

Salah satu pengusaha pemilik SPBU di Jalan Kayon Kemiri, Surabaya, Satriawan Nyoto Prawiro, mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi rencana pemerintah menaikkan harga BBM. “Ada pengawasan oleh penyelia kami selama 24 jam. Jika ada pembelian di luar kewajaran, akan kami tolak dan kami laporkan kepada Pertamina,” kata Satriawan.

Pengalaman Batam
Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Amiruddin menyatakan, kebijakan pembatasan pembelian solar bersubsidi di Batam cukup mengurangi laju konsumsi. Pembatasan ini dilakukan dengan dasar surat edaran wali kota yang bersifat imbauan per tahun 2011.

Pembatasannya adalah konsumsi solar untuk mobil kecil maksimal 30 liter per hari. Hal ini untuk mengantisipasi penyelewengan solar untuk kepentingan industri dan diselundupkan ke luar negeri.

Hasilnya, menurut Amiruddin, volume konsumsi berangsur-angsur berkurang. Sebelum ada pembatasan, rata-rata konsumsi solar per hari sebanyak 480 kiloliter. Setelah pembatasan, secara bertahap konsumsi turun mulai dari 430 kiloliter per hari sampai 250 kiloliter per hari.

PT Pertamina dan Bank Rakyat Indonesia meluncurkan program distribusi solar bersubsidi tertutup menggunakan sistem pembayaran nontunai di Kota Batam per 18 September 2014. Hasilnya, kata Amiruddin, konsumsi turun lagi menjadi rata-rata 230 kiloliter per hari. Terakhir bahkan sudah rata-rata 200 kiloliter per hari.

“Dengan adanya pembatasan, konsumsi berkurang signifikan. Itu pun masih ada yang bocor di sana-sini. Jadi kalau sistem pembatasan menggunakan teknologi informasi lebih andal, akan jauh lebih hemat,” kata Amiruddin.

Di tengah sejumlah reaksi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyatakan akan mempertimbangkan beberapa aspek sebelum menaikkan harga BBM bersubsidi.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s