Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi: Memperkokoh Peran Indonesia sebagai Middle Power dan Global Player

Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi: Memperkokoh Peran Indonesia sebagai Middle Power dan Global Player

SCANNED ARTICLE | By Natalia Santi

Prioritas Indonesia sejalan dengan kerja sama di ketiga forum global yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, KORAN TEMPO — Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi, menegaskan pentingnya keberadaan Indonesia dalam forum-forum internasional untuk menegaskan peran sebagai kekuatan menengah dan pemain dalam kancah politik global. Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo akan menghadiri serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Forum Kerja Sauna Asia-Pasifik (APEC) di Beijing, Cina, 10-11 November; KTT ASEAN dan KTT lainnya di Naypyidaw, Myanmar, 12-13 November; dan KTT G20 di Brisbane, Australia, 15-16 November.

Menurut Retno, dalam pertemuan APEC, ASEAN, dan G20, Presiden RI akan mengedepankanpentingnya pembangunan infrastruktur dan konektivitas, termasuk di bidang maritim dan dalam kerangka pengembangan poros maritim.

“Prioritas Indonesia tersebut sesungguhnya sudah sejalan dengan prioritas kerj a sama yang dikembangkan di ketiga forum dimaksud,” kata Retno dalam wawancara tertulis kepada Tempo, kemarin.

Di KTT APEC, misalnya, tiga terra utama yang akan dibahas adalah integrasi ekonomi kawasan, penguatan konektivitas dan infrastruktur, serta upaya mendorong reformasi dan pertumbuhan ekonomi. Presiden juga akan berinteraksi langsung dengan para pelaku dunia usaha dan menjadi pembicara utama pada acara APEC CEO Summit 2014: “Summit Dialogue with Indonesia”.

“Ini adalah forum-forum yang balk bagi Presiden RI untukmemperkuatkepercayaan dunia usaha terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan,” kata Retno.

Sebanyak 20 pemimpin ekonomi APEC telah memastikan kehadirannya. Termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, serta Presiden Cina Xi Jinping sebagai tuan rumah. Beberapa isu yang akan hangat dibicarakan di sela APEC diperkirakan adalah konflik Ukraina, Laut Cina Selatan, upaya Cina menciptakan Zona Perdagangan Bebas AsiaPasifik, serta Trans Pasifik Partnership, kemitraan yang dibangkitkan oleh Amerika Serikat. Di antara APEC sendiri, penurunan pertumbuhan ekonomi (GDP) dari 4,3 persen tahun lalu menjadi 3,9 persen dalam semester pertama tahun ini diperkirakan menjadi pembahasan utama.

Setelah menghadiri APEC, Presiden langsung bertolak ke Naypyidaw, Myanmar. Selain menghadiri KTT ASEAN ke-25, ada delapan KIT lainnya yang diikuti Presiden, yaitu KIT ASEAN-India, KTT ASEAN-Jepang, KTT ASEAN-PBB, KTT ASEAN-Australia, KTT Asia Timur (EAS), KTT ASEAN-AS, KTT ASEANCina, dan KTT ASEAN Plus Three.

Menurut Menlu RI, beberapa prioritas Indonesia dalam rangkaian KTT ASEAN ini antara lain adalah memastikan terwujudnya Komunitas ASEAN tahun 2015 yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia dan ASEAN lainnya.

“Dalam kaftan ini, Indonesia akan terus mendorong konektivitas ASEAN, termasuk di bidang maritim melalui pembangunan infrastruktur,” demikian Retno menulis kepada Tempo.

Selain itu, Indonesia akan terus mendorong kepemimpinan ASEAN dalam penanganan berbagai tantangan di kawasan, termasuk dalam pengelolaan sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Indonesia senantiasa menekankanbahwa pemba-ngunanekonomidanpening-katan kesejahteraan rakyat di kawasan hanya dapat .clicapai jika negara-negara kawasan tetap menjaga keamanan, perdamaian, dan stabilitas kawasan.

Indonesia juga akan mendorong kerja sama kawasan yang lebih erat dalam menangani tantangan-tantangan yang bersifat transnasional, seperti mencegah masuk dan menyebarnya wabah ebola di kawasan.

Setelah    menghadiri rangkaian KTT ASEAN dan KTT lainnya di Myanmar, Presiden RI akan menghadiri KTT G20 di Brisbane, Australia.

“Sebagaimana telah saya sampaikan di atas, isu-isu pokok yang akan dibahas pada KIT G20 ini sangat relevan dengan prioritasprioritas nasional Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo dan Kabinet Kerja,” kata Retno.

Hal-hal yang akan dibahas antara lain mengenai reformasi ekonomi, pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, perdagangan, ketahanan ekonomi global, dan energi.

Pada forum KTT G20 ini, Indonesia antara lain akan mendorong agar G20 memberikan perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur, termasuk pembiayaannya , untuk dapat mewujudkan pertumbuhan dan  ketahanan ekonomi yang tinggi.

“Partisipasi Presiden RI pada rangkaian KIT-KIT tersebut akan semakin memperkokoh peran Indonesia sebagai middle power dan global player,” is memungkasi.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s