Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Kompas » Publik Ingin DPR Bersatu

Publik Ingin DPR Bersatu

By AMR/NTA/RYO/AGE/HAM | Scanned Article | Page 2, Politik dan Hukum

Ketua MPR Zulkifli Hasan: Secara Prinsip Sudah Ada Kesepakatan

JAKARTA, KOMPAS —Mayoritas public menginginkan Koalisi Merah Putih mengajak Koalisi Indonesia Hebat dalam mengisi pimpinan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat. Langkah ini akan menguntungkan semua pihak dan menjadi solusi bersama mengatasi masalah di DPR.

Demikian hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (6/11). Survei quick poll yang digelar pada Senin-Selasa (3-4/11) tersebut menggunakan teknik penarikan acak bertingkat terhadap 1.200 responden di 33 provinsi dengan marjin kesalahan sekitar 2,9 persen.

Menurut hasil survei tersebut, peneliti LSI Denny JA, Dewi Arum, menuturkan, sebanyak 61,71 persen menginginkan Koalisi Merah Putih (KMP) yang kini menguasai DPR juga mengakomodasi partai anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dalam memimpin DPR Suara publik ini merata baik di pedesaan maupun perkotaan, baik laki-laki maupun perempuan, berpendidikan tinggi rendah, dan di kalangan wong cilik hingga kelas menengah atas.

Mayoritas responden survei itu berpendapat, KIH perlu diberi posisi di alat kelengkapan DPR karena kemenangan legislatif adalah kemenangan kolektif partai. KIH juga akan menjadi pengontrol dan penyeimbang parlemen, dan sebagai solusi kompromi untuk menyelesaikan persoalan DPR tandingan.

“Publik yang berharap DPR hares secepatnya bekerja mencapai 71 persen,” kata Dewi Arum. Angka tersebut sangat meyakinkan untuk memacu DPR agar tidak larut dalam perselisihan antarkelompok.

Masih wacana
Meski demikian, perdamaian antara fraksi-fraksi KMP dan KIH masih sebatas wacana. Sampai kini, rapat konsolidasi di antara kedua kubu belum juga terwujud dan mereka masih menjalankan agenda masing-masing.

Lima fraksi DPR anggota KIH, yaitu Fraksi PDI-P, PKB, Nasdem, Hanura, dan PPP, menggelar rapat internal dan juga rapat komisi yang hanya diikuti anggota DPR di lingkungan KIH.

Begitu pula lima fraksi anggota KMP, yaitu Fraksi Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN, yang menggelar rapat di sejumlah alat kelengkapan tanpa satu pun anggota DPR dari KIH.

Fraksi-fraksi KIH tetap menginginkan penetapan pimpinan alat kelengkapan secara proporsional sesuai alokasi kursi DPR “Dengan cara proporsional itu, semua fraksi mendapatkan posisi pimpinan, baik yang di KMP maupun KIH,” kata Ketua Fraksi PKB Helmy Faishal Zaini.

Adapun pimpinan DPR, yang semuanya berasal dari KMP, masih menawarkan menafnbah komisi sebagai salah satu jalan keluar.

“Kalau seandainya pilihannya menambah, sesuai dengan fasilitas-fasilitas yang ada di sini, maksimal tiga komisi,” kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN Taufik Kurniawan.

Tawaran tersebut didasari pertimbangan ada tiga kementerian yang belum memiliki mitra kerja di komisi DPR KIH tidak setuju dengan usulan penambahan komisi ataupun penambahan pimpinan alat kelengkapan.

“Menambah komisi atau menambah pimpinan alat kelengkapan itu sama saja mengada-adakan. Kami tidak setuju,” ujar Arif Wibowo, anggota F-PDIP.

Wakil Ketua Fraksi PDI-P Ahmad Basarah mengatakan, pembentukan DPR sementara adalah reaksi terhadap sikap KMP membentuk pimpinan alat kelengkapan DPR yang melanggar aturan.

Polemik di DPR pun menjadi perhatian Ketua MPR Zulkifli Hasan. Ia mengatakan, secara prinsip sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan polemik DPR.

“Hanya pelaksanaan teknis sedang dirundingkan untuk saling take and give. Para pimpinan par-tai politik merupakan negarawan. Dalam satu-dua minggu ini ada solusi,” lanjutnya. (AMR/NTA/RYO/AGE/HAM)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s