Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Remajakan Alat Intelijen

Remajakan Alat Intelijen

By Mas Alamil Huda, Reja Irfa Widodo | Scanned Article | Page 3, Nasional

Ancaman intelijen tidak lagi antarnegara tapi dari LSM asing.

JAKARTA, REPUBLIKA — Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) yang akan dipilih Presiden Joko Widodo diminta menjawab tantangan dunia intelijen masa depan. Salah satunya adalah menghadapi ancaman asimetris atau ancaman berasal dari dunia maya.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya, perang dunia maya atau cyberwar saat ini menjadi hal yang paling penting untuk diwaspadai dalam dunia intelijen. Sebab, infiltrasi yang paling mudah dilakukan saat ini adalah melalui teknologi informasi (TI). Untuk itu, kata dia, BIN ke depan harus lebih banyak menggunakan TI.

“Untuk itu ke depan BIN harus banyak menggunakan TI dalam upaya pencegahan dini, karena ancaman ke depan bukan simetris tapi asimetris yang disebut cyberwar,” katanya saat dihubungi Republika, Rabu (5/11).

Politikus Golkar itu mengatakan, pelajaran penting dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah terkait disadapnya pembicaraan presiden oleh Australia. Untuk itu, kata dia, kepala BIN harus punya visi yang jelas dan konkret tentang cyber intellegence.

Dia menambahkan, DPR akan memberi dukungan penuh terhadap kepala BIN yang akan datang jika memprioritaskan TI dalam kerjanya. Dukungan itu akan diberikan dengan pengalokasian anggaran yang lebih besar untuk membenahi alatalat TI di BIN.

“DPR melakukan dukungan anggaran agar peralatan telekomunikasi di BIN bisa diremajakan,” ujarnya.

Senada dengan Tantowi, pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan, Kepala BIN mendatang juga hams meningkatkan alat acak. Dungan begitu, operasi intelijen asing tidak gampang menyadap informasi dari Indonesia. “Harus mempertajam sistem teknologi dan modifikasi peralatan,” katanya.

Kepala BIN juga harus rajin menggerakkan bawahannya untuk memperbarui sandi-sandi negara. Ini juga dilakukan agar data dan informasi dalam negeri tak ditembus oleh negara lain.

“Ini juga termasuk yang sangat penting. Kita pernah mengalami disadap oleh dinas intelijen asing. Seluruh dunia punya kepentingan terhadap informasi dan data yang terjadi di Indonesia,” Kata Wawan.

Mantan deputi BIN As’ad Ali mengatakan, BIN ke depannya juga harus bisa lebih fleksibel dan lentur dalam sistem operasi dan upaya menanggulangi ancaman yang ada. Langkah ini diharapkan bisa membuat BIN lebih sigap dan mampu mengikuti perkembangan ancaman ancaman yang ada.

Ancaman-ancaman yang datang saat ini sudah jauh berbeda dengan ancaman yang dulu. Ancaman saat ini bukan hanya berasal dari negara atau perorangan, tapi juga bisa datang dari LSM-LSM asing atau pihak-pihak asing. As’ad memberi contoh, komentar-komentar orang orang yang mengaku wartawan asing malah membuat keonaran dan kericuhan.

Untuk itu, BIN harus bisa meningkatkan kerja kontraspionase untuk bisa menangkal ancaman-ancaman baru tersebut. Perbaikan perbaikan itu pun harus bisa secepat dan mengikuti ancaman-ancaman yang ada. “Mungkin ini yang kurang selama ini,” kata As’ad yang juga disebut-sebut sebaga calon Kepala BIN tersebut.

Selain itu, As’ad menilai, penguatan BIN saja tidak cukup. Penguatan juga harus diikuti penataan dan penguatan instrumen hukum yang lebih baik. As’ad memberi contoh, ketika ada seseorang atau lembaga asing yang dicurigai bisa menjadi ancaman, harusnya bisa langsung diselidiki dan mendapatkan payung hukum.

“Intelijen tanpa aturan hukum juga tidak bisa apa-apa. Nanti dikiranya BIN yang kebobolan.”

As’ad pun menilai kepala BIN yang baru setidaknya hams memiliki tiga kriteria, yakni kecerdasan, pengetahuan yang luas, dan memiliki jaringan yang luas. ■ ed: muhammad hafit

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s