Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Definisi Agama Jadi Persoalan

Definisi Agama Jadi Persoalan

By Mas Alamit Huda, Agus Raharjo |  Scanned Article  |  Page 3, Nasional

Pemerintah nantinya akan kesulitan menghadapi penganut agama yang tidak terdaftar.

JAKARTA, REPUBLIKA — Definisi atau pengertian agama Baku yang diatur undang-undang menjadi salah satu penyebab pemerintah tak tegas soal kolom agama di E-KTP. Sehingga, pemerintah kesulitan menghadapi penganut keyakinan yang belum diakui sebagai agama yang resmi diakui negara.

“Selama ini belum ada kesepakatan tentang definisi agama. Oleh karena itu, pemerintah juga akan mendiskusikan secara mendalam terkait hal itu,” kata Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Mubarok, Senin (10/11).

Menurut Mubarok, jika tidak ada definisi yang jelas tentu akan jadi masalah. Pemerintah tidak bisa begitu saja mengambil keputusan. Oleh karena itu, harus ada kepastian hukum soal definisi agama Mi. Masalah ini akan dimasukan ke dalam RUU Perlindungan Umat Beragama untuk menggantikan Undang-Undang Nomor 1 PNPS/1965 tentang Pencegahan Penodaan Aga-ma yang sudah tidak sesuai perkembangan zaman.

“Kita ingin ada kepastian hukum. Tentunya kalau sudah ada kepastian hukum, langkah pemerintah harus dibenarkan,” jelasnya.

Karena, lanjut Mubarok, pemerintah nantinya akan kesulitan menghadapi penganut agama yang tidak terdaftar. “Nanti kalau tidak ada definisi ini akan banyak orang yang mengaku agamanya X dan lain sebagainya,” katanya.

Terkait wacana penghapusan kolom agama di KTP, Mubarok mengatakan pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan Kementerian Dalam Negeri. Mubarok menjelaskan, pencantuman kolom agama di KTP terdapat dalam Undang-Undang Nomor 23/2006 yang diperbarui menjadi Undang-Undang 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan.

“Undang-undang menyebutkan bahwa agama dicantumkan di KTP. Agama yang belum diakui, dikosongkan. Itu bunyi UU, tidak bisa mengubah begitu saja tanpa ubah UU,” kata Mubarok.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya sedang menunggu fatwa dari menteri agama terkait pengosongan kolom agama. Selain au; Tjahjo juga akan meminta pendapai dari tokoh-tokoh agama, terutama soal wacana pencantuman aliran kepercayaan dalam e-KTP.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi II, Yandri Susanto, mengatakan, pengosongan kolom agama berpotensi menyuburkan paham-paham yang menyimpang dan fundamentalisme dalam agama. Hal itu dinilai berbahaya bag i keutuhan NKRI.

Menurutnya, Indonesia tidak perlu meniru negara lain yang tidak mencantumkan agama dalam kolom e-KTP-nya. Sebab, Indonesia memiliki ciri tersendiri dalam keberagamaan di tengah multikulturalisme yang ada. Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki ideologi Pancasila yang menyebutkan ketuhanan di sila pertamanya.

Gaya Orba
Organisasi pegiat demokrasi dan hak asasi manusia, Setara Institute, berpendapat, kolom agama di eKTP tidak harus dicantumkan. Menurut mereka, penulisan kolom agama merupakan gaya Orde Baru yang antikomunis.

Menurut Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos, pencantuman kolom agama di e-KTP tidak begitu penting. Alasannya, hal itu sudah dicantumkan dalam dokumen kependudukan lainnya. “Kolom agama menurut saya tidak terlalu penting karena Kolom agama muncul hanya setelah tahun 1967, ketika Orde Baru,” ungkapnya.

Selain itu, pencantuman kolom agama juga akan menimbulkan terhadap agama yang belum resmi yang ada di Indonesia. “Jadi, jangan sampai negara melakukan diskriminasi terhadap agama lain, selain enam agama yang resmi,” kata Bonar, di gedung Kementerian Agama, Senin (10/11).

Menurutnya, beragama adalah hak pribadi yang tidak harus semua orang tahu. “Kalau agama lokal tidak masuk KTP, lebih balk dihapuskan saja semua agar lebih adil.”

Pilihan lainnya, lanjut Bonar, jika memang negara harus mencantumkan kolom agama, semua harus dicantumkan juga. ■ c81/c42 ed: muhammad hafi


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s