Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Asal-Usul Kutu Busuk Terungkap

Asal-Usul Kutu Busuk Terungkap

Kelelawar ternyata ada di balik munculnya binatang pengisap darah, kutu busuk. Para ilmuwan telah menggunakan ilmu genetika untuk mengungkap asal-usul kutu busuk (kepinding).
Mereka menemukan ada dua – garis keturunan kutu busuk di Eropa. Mereka begitu beragam, sehingga hampir terpecah rnenjadi dua spesies.
Penelitian Warren Booth dari University of Tulsa di Oklahoma, Amerika Serikat, yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Ecology, memberikan bukti genetik pertama bahwa kelelawar adalah inang leluhur dari kutu busuk yang mengganggu manusia.
Kutu busuk telah ada sejak lama sepanjang hubungannya dengan manusia. Ada ref erensi tentang Kama ini dalam literatur Mesir kuno, dan arkeolog bahkan telah menemukan fosil kutu busuk yang diperkirakan berusia sekitar 3.500 tahun.
Seekor kutu busuk betina hamil dapat menduduki seluruh gedung apartemen. Binatang itu juga dapat melakukan banyak perkawinan sedarah tanpa efek merugikan sama sekali. Yang mereka butuhkan hanyalah darah manusia untuk memuaskan dahaga mereka.
Namun, pada 1950, kutu busuk sempat menghilang dari rumah dan hotel karena adanya kampanye pestisida yang efektif. Namun, 15 tahun lalu; mereka datang kembali.
Kali ini kutu busuk sulit dibasmi. Hampir 90 persen kutu busuk sekarang mengalami mutasi yang membuat mereka tahan terhadap insektisida pyrethroid yang dulu membunuh mereka.
Tim Booth mengambil sampel ratusan kutu busuk dari tempat tinggal manusia dan kelelawar di 13 negara di seluruh Eropa. Hasil analisis DNA mereka menunjukkan bahwa tidak ada aliran gen yang terjadi antara kutu busuk manusia dan kutu busuk kelelawar, meski beberapa kelelawar tinggal di gereja-gereja atau loteng, sehingga bisa melakukan kontak dengan manusia.
“Silsilah kelelawar mungkin merujuk ketika kelelawar dan manusia sama sama menghuni gua,” kata Booth, sebagaimana dikutip BBC, akhir pekan lalu.

Meski tidak menyebarkan penyakit, kutu busuk dapat menyebabkan benjolan gatal dan ruam. Belum lagi adanya stigma berasal dari daerah yang terinfeksi. “Ketika Anda tidur pada malam hari, mereka memakan darah Anda. Anda adalah tiket makan untuk mereka,” kata Booth. “Itu dapat menyebabkan masalah psikologis yang sangat besar.” 

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s