Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Kerjasama Indonesia-Malaysia, Jokowi tawarkan proyek infrastruktur

Kerjasama Indonesia-Malaysia, Jokowi tawarkan proyek infrastruktur

“Malaysia adalah investor asing terbesar ketiga bagi Indonesia.”

Koran Tempo 7 Feb 2015 Page 5 oleh Fery Firmansyah | Presiden Joko Widodo menawarkan sejumlah proyek infrastruktur kepada investor Malaysia. Proyek besar yang ditawarkan di antaranya pembangunan pelabuhan, rel kereta api, bandara, dan instalasi energi. “Kami buka kesempatan selebar-lebarnya bagi investor Malaysia,”kata Jokowi di kantor Perdana Menteri Malaysia, seperti dikutip dari Bernama, kemarin.
Ini merupakan kunjungan kerja pertama Presiden Jokowi ke Malaysia. Jokowi meng-. aku telah meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada investor asing. Tawaran itu langsung disambut gembira Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.
Najib yakin kerja sama bilateral dengan Indonesia akan berjalan lancar meski perekonomian dunia tengah bergejolak. Menurut dia, volume perdagangan Indonesia dan Malaysia bisa menembus US$ 30 miliar (Rp 378,5 triliun). Meski target itu belum tentu tercapai, “Yang penting perdagangan dan investasi kedua negara terus tumbuh,” ujar Najib.
Sejak 2008 hingga September 2014, kata Najib, nilai investasi Malaysia di Indonesia sudah mencapai US$ 3,97 Miliar (Rp 50,1 triliun). Kebanyakan pengusaha Malaysia menggarap perkebunan kelapa sawit, perbankan, pertambangan, dan telekomunikasi. Sebaliknya, modal asal Indonesia yang masuk ke Malaysia sebesar US$ 1,89 miliar (Rp 23,9 triliun). Untuk volume perdagangan, kedua negara membukukan angka US$ 18,9 juta pada Januari: November 2014. Dalam periode tersebut, Indonesia mengalami defisit US$ 910 juta dari Malaysia.
Berdasarkan catatan Tempo, proyek infrastruktur yang dibidik investor Malaysia antara lain deep tunnel atau terowongan raksasa anti-banjir di Jakarta dan jalan tol Trans Sumatera. Sedangkan yang tengah berjalan di antaranya Jalan Tol CikampekPalimanan, Jawa Barat. Jalan tol sepanjang 116 kilometer itu digarap PT Lintas Marga Sedaya, perusahaan patungan Plus Expressways Berhad Malaysia dan PT Baskara Utama Sedaya.
Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Latif Adam, meminta pemerintah mengarahkan investor Malaysia pada bidang infrastruktur darat, laut, serta proyek minyak dan gas. “Indonesia butuh sentuhan di sektor itu,” ujarnya kepada Tempo. Latif mengatakan hal itu perlu didorong karena investor Malaysia biasanya cuma tertarik pada sektor finansial, perkebunan, dan tambang. “Apalagi, Malaysia adalah investor asing terbesar ketiga bagi Indonesia.”
Namun Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan InduStri Indonesia, Natsir Mansyur, ragu investasi infrastruktur dari Malaysia bisa terwujud. Sebab, janji kemudahan izin investasi hanya terwujud di bagian hulu. “Mereka .sudah pernah datang dan pulang lagi gara-gara izin di beberapa lembaga lama,” kata dia.

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s