Home » PAGE 3.18 - Story of the Day » Golkar Menari dalam Momentum

Golkar Menari dalam Momentum

Media Indonesia 11 Feb 2015 | Berusia dewasa belum tentu matang. Partai Golkar yang telah berusia setengah abad dan menikmati kekuasaan selama 32 tahun pada era Orde Baru kini harus berusaha keras bertahan hidup. Partai berlambang pohon beringin itu sedang menghadapi ujian berat pasca-Pilpres 2014, karena dirundung perpecahan internal.
Aula Graha Widya Bhakti I di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, yang biasa dipakai rapat pleno, kemarin, disulap menjadi `meja hijau.’ Ada spanduk besar bertuliskan `Mahkamah Partai Golkar’. Terdapat tiga meja tersusun serupa huruf U. Satu meja utama diperuntukkan bagi majelis hakim yang dipimpin Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi dan anggota HAS Natabaya, Andi Matalatta, Djasri Marin, dan Aulia Rahman. Dua meja lainnya diperuntukkan bagi pemohon dari pengurus DPP hasil Munas IX Jakarta dan pengurus DPP hasil Munas IX Bali sebagai termohon.
Ruangan itu akan menjadi saksi sejarah untuk pertama kali sengketa internal parpol di Indonesia diselesaikan melalui Mahkamah Partai (MP). Muladi mengatakan mahkamah akan mengadili sengketa dualisme kepengurusan di tubuh Golkar berdasarkan putusan PN Jakarta Pusat. Undangan sudah dilayangkan. Mereka diharapkan Nadir pada sidang pertama, Rabu (11/2).
Muladi mengakui pihaknya tidak dapat menghindari kondisi dan situasi tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, kedua kepengurusan yang bersengketa belum islah. “Kita harus bersidang.”
Dia mengakui sebelumnya anggota MP memiliki keberpihakan. Hanya HAS Natabaya yang memosisikan diri netral. “Namun, sekarang anggota majelis sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Golkar (dua versi) untuk menjalankan sidang.”
Wakil Ketum hasil Munas IX Jakarta Yorrys Raweyai menyatakan pihaknya sudah siap menghadapi persidangan. “Kami akan membacakan tiga permohonan. Dari DPP diwakili Agung Laksono, TPPG oleh saya dan Agun Gunandjar, dan saksi perorangan, antara lain Melchias Marcus Mekeng dan Rene Manembu.”

Sekjen Golkar hasil Munas IX Bali Idrus Marham justru mempertanyakan sikap MP yang menggelar persidangan. “Apakah ini masih relevan? Harusnya kan MP dulu Baru PN. Tapi sekarang sudah berjalan di PN.” Idrus pun mengaku belum menerima undangan dari Muladi. “Jadi saya tidak tabu apakah akan datang.” Nah, kedewasaan di Golkar masih dipertanyakan. (Yahya F Nasution/P-2)
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s