Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Proton » Proton Klaim Sepihak

Proton Klaim Sepihak

Pemerintah menyebut pernyataan soal mobnas merupakan teknik dagang. Sejauh ini, status Proton masih sebatas distributor.

Media Indonesia 11 Feb 2015 oleh Dero Iqbal Mahendra | Pernyataan bahwa Proton Holdings Bhd memiliki kerja sama dengan PT Adiperkasa Citra Lestari untuk membuat mobil nasional (mobnas) Indonesia disebut hanya merupakan Maim sepihak dari produsen mobil asal Malaysia itu.
Pemerintah melalui Menko Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan kerja sama antara Proton dan perusahaan milik penasihat tim sukses Joko Widodo pada Pilpres 2014, AM Hendropriyono, itu sebatas kerja sama antarswasta.
“Mobil nasional, Pak Jokowi selalu mengatakan kalau bisa, itu adalah Esemka. Kalau pihak Proton klaim mobil itu sebagai mobil nasional Indonesia, yah, boleh-boleh saja,” papar Sofyan, kemarin.
Sebelumnya, dalam siaran pers per 6 Februari 2015, Proton menyebut memorandum of understanding (MoU) dengan Adiperkasa ialah kerja sama antara Malaysia dan Indonesia untuk mengembangkan dan memproduksi mobnas Indonesia.
Sofyan menjelaskan kehadiran Presiden Jokowi dalam penandatanganan naskah MoU itu,_hanyalah menyaksikan dan memenuhi undangan mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad tanpa kepentingan apa pun.
Saat ini, masih menurut Sofyan, pemerintah belum membahas proyek mobnas kecuali ide tentang Esemka terdahulu.
Meski begitu, Sofyan memandang untuk membuat Esemka diperlukan studi kelayakan, terutama untuk mengukur kemampuan di tengah pasar otomotif yang.sangat ketat dan berat bagi pendatang baru.
Esemka adalah produk mobil hasil rakitan siswa-siswa sekolah menengah kejuruan dari beberapa kota yang bekerja sama dengan institusi serta industri dalam negeri dan beberapa perusahaan lokal dan nasional. Kandungan komponen lokal (dalam negeri) berkisar 20%-80%.
Menteri Perindustrian Saleh Hlisin pun mengamini pernyataan Sofyan.
“Ya, silakan saja mereka mengklaim sebab itu bagian dari teknik marketing. Kita tidak bisa melarang. Akan tetapi, saat mereka masuk ke Indonesia, jika akan membuat pabrik di Indonesia, tentu mereka harus mematuhi ketentuan-ketentuan tanpa perlakuan khusus,” ujar Saleh.
Distributor
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyebut hingga scat ini Proton masih terdaftar sebagai distributor di Indonesia. Belum ada informasi mengenai rencana investasi ataupun pembangunan pabrik.
“Proton itu masih distributor. Untuk industri belum karena baru yang ter- data di BKPM adalah distributor,” ujar Franky di Istana Presiden, kemarin.
Selaras dengan penjelasan Sofyan dan Saleh, Franky menilai pernyataan Proton untuk memproduksi mobnas bersama Adiperkasa merupakan Maim sepihak dari Proton.
“Yang saya tabu, memang ada usul untuk mobil ASEAN. Tetapi karena ada kerja sama, ini diangkat sebagai salah satu mobnas. Tapi di Indonesia kan tidak kenal istilah mobnas,” katanya.
Meski begitu, Franky mengatakan Indonesia terbuka untuk investasi baru di bidang otomotif.
Namun, untuk kasus Proton, hal itu mesti melalui proses panjang. Dikatakan, penandatanganan MoU antara Proton dan Adiperkasa baru sebatas studi kelayakan di Indonesia dengan masa perjanjian enam bulan.

“Jangankan dari Malaysia, kita buka juga dari Tiongkok,. Jerman, Korea Selatan. Kalau komitmen perluasan, itu saja VW, kemudian Mercy, ada perluasan. Tapi investasi baru belum ada,” pungkasnya. (Wib/X-7)

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s