Home » PAGE 5.2 - International News » PM Australia » PM Abot Dinilai Sangat Tidak Beradab

PM Abot Dinilai Sangat Tidak Beradab

Suara Pembaruan | Lingkar Masyarakat Madani Indonesia (Lima) menilai pernyataan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott yang mengungkit-ungkit kembali bantuan tsunami untuk rakyat Aceh sangat tidak beradab.

Sikap Abbott sebagai pemimpin yang mengharapkan imbalan atas pemberian bantuan dan telah menghina masyarakat Indonesia, khusunya masyarakat Aceh.

“Pembatalan hukuman mati terhadap dua warganya dengan mengkait-kaitkan bantuan mereka terhadap korban tsunami amatlah tidak dapat ditoleransi. Mengungkit-ungkit bantuan atas korban bencana adalah sifat tak beradab,” kata Direktur Lima Ray Rangkuti di Jakarta, Senin (23/2).

Sebagaimana diketahui, pekan lalu Abbott menekan Indonesia agar membatalkan hukuman mati terhadap dua warganya yang merupakan gembong Narkoba.

Abbott beralasann ada bantuan yang cukup besar dari masyarakat Australia untuk korban tsunami, 2004 lalu.

Ray mengaku heran dengan pernyataan Abbott. Menurutnya, Australia yang merasa diri sebagai negara beradab dan peduli terhadap sesama, tidak sepantasnya mengeluarkan pernyataan tersebut.

“Saya tak paham Abbott dari sebuah negeri yang merasa dirinya sebagai negara beradab dapat menjadikan bantuan-bantuan kemanusiaan untuk meneror satu kebijakan dalam satu negeri berdaulat. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

Menyikapi pernyataan Abbott itu, dia berharap bangsa ini bisa mandiri, tanpa perlu bantuan dari negara lain yang mengharapkan imbalan. Bangsa ini tidak perlu menggantungkan diri dari kebaikan-kebaikan bantuan dari negara lain seperti Australia.

Australian Agency for International Development (AusAID) misalnya, salah satu lembaga donor Australia yang banyak memfasilitasi bantuan Australia di Indonesia, sudah seharusnya dievaluasi kehadirannya.

“Melalui lembaga ini, Australia memberi bantuan ke Indonesia skitar AUSD 543 untuk tahun 2014/2015. Bantuan AusAID untuk proyek-proyek pemerintahan, demokrasi, pemilu dan lainnya sebaiknya tidak perlu dilanjutkan,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Panglima TNI Moeldoko menegaskan siap mengamankan proses eksekusi mati terhadap gembong Narkoba. TNI akan melawan setiap upaya yang menggagalkan eksekusi tersebut.

“Saya selaku Panglima TNI beserta jajaran memberikan support kepada pemerintah dalam memberi tindakan hukuman mati kepada pelaku, bandar dan pengedar. Tidak perlu ragu-ragu, harus dilaksanakan saja,” tegas Moeldoko.

Ia menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan pasukan khusus agar bersiap diri dan meningkatkan kewaspadaan. Prajurit harus mengantisipasi setiap ada gangguan-gangguan yang bersifat fisik maupun non fisik.

“Unsur intelijen dan alat tempur akan disiagakan yang setiap saat dapat digerakkan. Para komandan s?tuan khusus juga harus bersiap-siap. Kesiapan pasukan khusus TNI ini tentu tidak melihat atau mendefinisikan dari salah satu negara,” tegasnya. [R-14 /L-8]


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s