Home » PAGE 3.18 - Story of the Day » Putuskan Mata Rantai Begal

Putuskan Mata Rantai Begal

Penadah Kendaraan Rampasan Tak Luput dari Kejaran Polisi
JAKARTA, KOMPAS — Pencurian dengan kekerasan, termasuk begal sepeda motor, dilakukan secara terorganisasi dengan melibatkan lebih dari dua pelaku. Untuk memutus mata rantainya, Polda Metro Jaya mengejar penadah dan menggelar razia kendaraan rampasan di sejumlah kios suku cadang.
Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyolio mengatakan, sepeda motor curian biasanya dibongkar dan dijual terpisah di sejumlah kios suku cadang. “Dari razia yang sudah dilakukan, kami menemukan potongan-potongan kendaraan hasil pencurian. Hal itu terlihat dari nomor mesin kendaraan yang sebagian besar sudah dikikir,” kata Unggung saat meninjau hasil razia di kantor Kepolisian Sektor Metro Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Polda Metro Jaya merazia kios suku cadang di Kota Depok dan di Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di Lenteng Agung, razia dilakukan Minggu lalu. Saat itu polisi memeriksa sekitar 30 kios suku cadang.
Dalam razia itu, polisi mengamankan tujuh orang yang diduga berperan sebagai penadah barang curian. Lima orang di antaranya pemilik kios, sedangkan dua lainnya pemilik sepeda motor yang diduga hasil curian.
Dari kios milik Asep Sopyan, misalnya, polisi mengamankan satu unit blok kopling Shogun 97, satu unit blok seher Yamaha Mio, tiga unit buli Yamaha Mio, dua unit blok seher Honda Grand, satu unit karburator Yamaha RX King, dan satu unit lampu penanda belok kiri-kanan Yamaha Mio.
Unggung menjelaskan, ada sejumlah taktor yang memengaruhi kondisi keamanan dan ketertiban di Jakarta, di antaranya unjuk rasa, bencana alam, kejahatan konvensional, kemacetan, dan premanisme.
Menurut Unggung, kejahatan konvensional, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor, mendapatkan atensi utama karena sangat meresahkan masyarakat.
Dalam sejumlah operasi yang dilakukan, polda menangkap 93 pelaku, termasuk begal. “Dari 93 orang itu, pelaku ada yang masih SMP di Jakarta Selatan,” kata Unggung.
Lumpuhkan
Unggung kembali menegaskan agar anak buahnya tak segan melumpuhkan penjahat yang membahayakan petugas dan warga.
Di Kabupaten Bekasi, Polres Kota Bekasi berkoordinasi dengan Polres Karawang untuk memburu jaringan penadah di Karawang. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Komisaris Wirdhanto Hadicaksono mengungkapkan, sebagian besar begat dan pelaku pencurian kendaraan bermolor di Bekasi menjual hasil kejahatan ke penadah di Karawang. Diduga ada sindikat penadah di sana.
Kepala Polres Karawang Ajun Komisaris Besar Daddy Hartadi mengakui sebagian hasil kejahatan pencurian kendaraan bermotor di Bekasi mengalir ke Karawang. Namun, ia masih memetakan komplotan penadah ini.
Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan, pencurian dengan kekerasan kemungkinan besar dilakukan secara terorganisasi. “Ini satu rangkaian yang melibatkan pelaku pencurian, penadah, dan pembeli. Pencurian dilakukan secara berkelompok melibatkan dua hingga empat orang,” kata Wahyu.
Meskipun dilakukan secara berkelompok, menurut Wahyu, masih sulit membuktikan para pelaku berasal dari satu kelompok besar yang sama.
Untuk memutus mata rantai pencurian dengan kekerasan, polisi secara rutin melakukan patroli, razia kendaraan bermotor, dan razia penjualan suku cadang. Unggung meminta kepolisian sektor rutin berpatroli untuk mencegah pencurian dengan kekerasan terjadi.
Pinggiran Jakarta rawan
Pada bagian lain, Unggung juga mengingatkan titik-titik rawan aksi kejahatan yang tersebar di pinggiran Jakarta Timur, Bekasi, Tangerang, dan Depok.
Namun, di luar daerah itu, warga tetap diingatkan untuk waspada. Hal itu karena, Senin (2/3) pukul 06.00, empat perampok merampas sepeda motor milik warga bernama Dedi di Harjasari, Bogor Selatan, Bogor. Dedi dipepet dan ditodong dengan golok oleh komplotan saat hendak pergi belanja dan baru berjalan lebih kurang 500 meter dari tempat tinggalnya. Kasus ini sedang diselidiki Polsek Bogor Selatan.
Di Cimandala, Sukaraja, Bogor, satu dari dua perampok sepeda motor tertangkap dan nyaris dibakar massa. Kepala Polsek Sukaraja Komisaris Hida Tjahjono mengungkapkan, tersangka bernama David Kurniawan (26) itu tertangkap oleh warga. Diduga ada yang memprovokasi bahwa tersangka adalah begal yang kerap beraksi di Jalan Raya Bogor-Jakarta, membuat massa menjadi beringas dengan memukuli dan nyaris membakar tersangka.
Di tempat lain, Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Ujang Bachtiar kepada pers menyampaikan, selama sepekan terakhir, operasi anti begal menangkap 12 tersangka begal, dua di antaranya ditembak kakinya. Ia mengakui, saat ini Polsek Metro Cengkareng masih menjadi kawasan paling rawan aksi begal.

“Karena itu, sekarang kami mengerahkan 50 anggota tim gabungan anti begal yang sebagian kami konsentrasikan ke tempat paling rawan tersebut,” ujarnya. (DNA/RTS/RAY/BRO/ILO/WIN)


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s