Home » PAGE 5.8 - Provinsi DKI Jakarta » Kriminal » Siang Hari Pun Kejahatan Marak, Sinergi Warga dan Aparat Perlu Diperkuat

Siang Hari Pun Kejahatan Marak, Sinergi Warga dan Aparat Perlu Diperkuat

JAKARTA, KOMPAS — Dalam sepekan terakhir, terjadi tujuh kali upaya pencurian dan penjambretan di Perumnas Depok, Pancoran Mas, Kota Depok. Penjagaan keamanan terintegrasi antara warga, pemerintah daerah, dan TNI/Polri diperlukan untuk mengurangi aksi yang meresahkan itu. Apalagi, pelaku makin nekat beraksi meski siang hari.
Satrio (40), warga Jalan Nenas, Perumnas Depok, menuturkan, dalam sepekan terakhir terjadi tujuh upaya pencurian dan penjambretan di lingkungan rumahnya. Umumnya pelaku beraksi sekitar pukul 10.00 hingga pukul 17.00 saat lingkungan perumahan sepi di tinggal kerja penghuni.
“Bahkan, meski hanya ditinggal berbelanj a sej am pun, pencuri nekat masuk rumah dan mencuri barang berharga,” katanya.
Kejadian terakhir menimpa rumah Yani (50), warga Perumnas Depok 1, Senin (23/3) siang. Pencuri mengambil komputer jinjing, gelang, dan cincin emas saat ibu satu anak itu pergi bekerja.
Ade (37), warga sekitar, menuturkan, pencurian di rumah Yard terjadi sekitar pukul 1400. Aksi itu dilakukan enam pria tak dikenal. Dua pelaku masuk ke rumah dengan membobol pintu teralis besi. Dua lainnya berkeliling kompleks rumah dengan menggunakan sepeda motor untuk memastikan situasi aman.
Sementara dua pelaku lainnya duduk di dekat rumah korban seperti anak muda yang sedang nongkrong di pinggir jalan. “Saat itu ada warga melintas, dan dua orang itu menyapa kami. Tak ada seorang pun curiga,” kata Ade.
Sekitar pukul 14.30, Yani pulang ke rumah dan mendapati pintu teralis besi di rumahnya sudah dicongkel. Barang-barang di dalam rumah, seperti lemari, meja, dan kursi berantakan.
Satrio menuturkan, Rabu lalu, seseorang tak dikenal berusaha mengambil mobil yang diparkir di garasi sebuah rumah di Jalan Semangka. Pencuri mendorong mobil sejauh 100 meter keluar dari rumah itu. Untungnya, kejadian itu dipergoki warga sehingga akhirnya pelaku kabur.
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, beragam cara dilakukan pelaku untuk meinasuki rumah korban dan menggasak barang berharga. Ada yang berpura-pura menjadi orang gila, petugas PLN, dan tamu yang mencari alamat rumah.
Lurah Depok Jaya Ahmad mengatakan, kasus kejahatan yang ada di wilayahnya terjadi karena akses jalan di lingkungan Perumnas Depok terbuka. Orang dengan mudah melintas tanpa ada pengawasan dari petugas keamanan. Ia mengimbau warga mewaspadai tamu yang tak jelas asal-usulnya.
Sinergi warga-aparat
Perwira Hubungan Masyarakat Kantor Polres Kota Depok Inspektur Dua Bagus Suwandi mengatakan, pihaknya memahami keresahan warga. Karena itu, secara rutin petugas berpatroli ke lingkungan tempat tinggal warga. Sinergi warga bersama aparat untuk menjaga keamanan lingkungan amat diperlukan.
Sementara itu, tersangka perampokan, Eko Cahyono (23), tewas ditembak aparat Polsek Bogor Tengah Rabu malam.

Kepala Polres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Irsan mengatakan, Eko terpaksa ditembak karena melawan petugas dengan sangkur sambil berupaya kabur. (DNA/BRO/PIN/RTS)

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s