Home » PAGE 5.4 - Domestik Politik » PDI Perjuangan » Artikel oleh Anton Septian, “Jokowi Ungguli Trah Sukarno”

Artikel oleh Anton Septian, “Jokowi Ungguli Trah Sukarno”


“Jokowi enggak mau jadi ketua umum.”


KORAN TEMPO — Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mulai mempertimbangkan calon ketua umum selain Megawati Soekarnoputri. Di antara sekian nama, Presiden Joko Widodo disebut paling pantas memimpin partai. “Kalau dibuka kontestasi, mungkin aklamasi tidak akan terjadi,” ujar peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Phillip J. Vermonte, kemarin.
Temuan tersebut diperoleh dari riset CSIS mengenai kepemimpinan di tubuh PDI Perjuangan. Survei dilaksanakan pada 16-19 Februari 2015 untuk menggali opini para ketua, wakil, atau sekretaris Dewan Pimpinan Daerah dan Cabang PDIP di seluruh Indonesia.”Kepada mereka, kami ajukan pertanyaan terbuka: siapakah kandidat ketua umum di luar Megawati?” kata Philip.
Menurut Philip, mayoritas pengurus partai banteng menyebutkan nama Jokowi. Sisanya, menyodorkan nama Ganjar Pranowo, Pramono Anung,Tjahjo Kumolo, dan Maruarar Sirait.
Sosok Jokowi bahkan mengungguli kandidat yang berasal dari trah presiden ke-1 RI, Sukarno, yakni Puan Maharani. Jokowi dipilih oleh 16,27 persen kader, sedangkan Puan Maharani disebut oleh 5,35 persen responden. Sebanyak 68,5 persen kader tetap mengunggulkan Megawati.
Philip menambahkan, sebagian besar responden juga meyakini sosok Jokowi mampu membawa perubahan besar di tubuh partai selama lima tahun ke depan. Jokowi dipilih oleh 26,6 persen responden. Sedangkan 22,8 persen responden lain menjatuhkan pilihan pada Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri (15,5 persen), Ganjar Pranowo (9,1 persen), dan Tjahjo Kumolo (8,9 persen).
Meski demikian, tingkat kepercayaan itu tidak serta-merta membuat mereka menjatuhkan pilihan pada’ Jokowi seumpama nama Megawati disandingkan dalam pemilihan. “Mayoritas masih mendukung kepemimpinan Megawati,” ujar Philip. Alasannya, Megawati dinilai memiliki keunggulan dari sisi integritas, kepemimpinan, dan manajemen organisasi.”Jokowi di urutan kedua setelah Megawati,” ujar Arya Fernandes, juga peneliti CSIS.
Phillip menambahkan, persaingan sesungguhnya baru akan terlihat pada lima tahun mendatang, tatkala Megawati tak lagi memimpin partai. “Kondisinya nanti ibarat sedang di persimpangan jalan, antara mempertahankan trah Sukarno dan yang bukan trah,” katanya.
Ketua PDIP Andreas Pareira menganggap hasil riset CSIS sebagai kewajaran. Menurut dia, tingkat kepercayaan pada Jokowi saat ini cenderung lebih besar dibanding figur lain lantaran dia menjabat presiden. “Dengan itu, dia punya modal besar untuk berbuat sesuatu,” ujarnya.

Adapun WaliKota Solo yang juga kader PDIP, EX. Hadi Rudyatmo, mengklaim Jokowi tak berambisi menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan. Kemarin, bekas wakil Jokowi di Solo ini menemui Presiden di Istana. “Pak Jokowi enggak mau jadi ketua umum,” ujar Rudyatmo. Jokowi sendiri melarang anggota kabinetnya merangkap jabatan di partai.
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s