Home » PAGE 5.2 - International News » ISIS » Republika 2 Apr 2015, "Memahami Makna Jihad"

Republika 2 Apr 2015, "Memahami Makna Jihad"

Kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam bermunculan. Banyak kalangan pun terhenyak. Fenomena ini membuat sebagian orang mempertanyakan kembali makna jihad. Benarkah jihad selalu bermakna terjun ke medan peperangan?

Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Prof Ahsin Sakho menjelaskan, Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Kekerasan merupakan sesuatu yang dinilai sangat buruk dalam Islam.
“Islam tidak menghendaki hal semacam itu. Jadi, siapa pun, apakah itu ISIS, khawarij, atau siapa pun yang mengatasnamakan agama berarti sudah menyimpang dari inti ajaran agama Islam itu sendiri,” katanya kepada Republika, Senin (30/3).
Menurutnya, umat Islam harus membuktikan diri sebagai umat yang rahmatan lit alamin. Umat Islam juga harus cerdas, inovatif, dan dapat dibanggakan.
Secara bahasa, lanjut Ahsin, jihad bermakna mengerahkan. Dalam hal ini, mengerahkan potensi diri seorang Muslim seluruhnya karena Allah SWT. “Jadi, jihad itu tidak identik dengan perang, namun jihad adalah bagaimana orang itu mengerahkan kemampuan dirinya untuk mendapatkan ridha Allah.”
Karena itu, katanya, Muslim bisa berjihad dengan harta, pena, dan melawan hawa nafsunya sendiri. Ia mengungkapkan, salah satu bentuk jihad di dalam Islam adalah berperang demi membela agama Allah. Namun, perang itu sendiri tidak dianjurkan kecuali ada alasan tertentu. “Jadi, yang penting jangan sampai konotasi jihad itu hanya perang, sebab itu salah,” katanya.
Ia mencontohkan peperangan pada masa Rasulullah SAW. Saat itu, katanya, perang terjadi karena Rasulullah dizalimi. Misalnya, saat Perang Badar, ketika itu Rasulullah tidak memulai perang tersebut melainkan kaum Quraisy yang memprovokasi.
Begitu pula pada Perang Uhud. Ketika itu, Rasulullah terpaksa melawan karena telah dikepung. Sedangkan, Perang Tabuk berkobar ketika pasukan Romawi telah berkumpul hendak menyerbu Madinah.
“Semuanya bukan Nabi Muhammad SAW (yang memulai), tapi diprovokasi oleh orang lain karena beliau dizalimi. Jadi, arti jihad itu sangat luas. Perang hanya diizinkan untuk orang-orang yang diperangi, dizalimi.”
la pun mengimbau umat Islam di Tanah Air untuk mewaspadai gerakan yang mengatasnamakan agama. Ahsin mengaku khawatir dengan munculnya gerakan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), sebab gerakan ini menimbulkan benturan dengan umat Islam sendiri sehingga ukhuwah Islamiyah menjadi rapuh.
“Dengan slogan apa pun, itu (ISIS) sudah di luar Islam. Berapa ratus triliun uang umat Islam dipakai untuk menghabisi umat Islam sendiri.”
Selain itu, menurutnya, gerakan radikal, seperti ISIS telah menimbulkan dampak negatif terhadap umat Islam. Salah satunya, muncul citra seolah-olah umat Islam merupakan umat yang biadab.
Mengenai makna jihad ini, Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alguran (PTIQ) Jakarta Prof Nasaruddin Umar mengatakan, Islam memandang jihad bukan untuk mematikan orang, melainkan menghidupkan orang.
“Jihad yang paling besar adalah melawan hawa nafsu, bukan membunuh orang yang tidak berdosa,” kata mantan wakil menteri agama ini.

Selain itu, menurut dia, jihad yang paling penting adalah bagaimana mengangkat martabat kemanusiaan, bukan menurunkan martabat kemanusiaan. “Jihad itu untuk mencitrapositifkan Islam, bukan mencitranegatifkan Islam.”
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s