Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Ade Irma di Sudut Kantor Wali Kota

Ade Irma di Sudut Kantor Wali Kota

TEMPO, — Jika ada gedung pemerintah memiliki makam, kantor Wali Kota Jakarta Selatan adalah salah satunya. Tak banyak orang tahu, di balik rimbun taman belakang, ada makam Ade Irma Suryani Nasution.

Anak bungsu Jenderal Besar Abdul Hans Nasution ini meninggal pada usia lima tahun dalam sebuah peristiwa paling terkenal di Indonesia, Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia. Ade meninggal ditembak tentara yang hendak menjemput ayahnya karena dituduh masuk Dewan Jenderal, organisasi yang digosipkan bakal mengkudeta Presiden Sukarno pada 1965.
“Anak saja jang tertjinta. Engkau telah mendahului gugur sebagai perisai ajahmu,” begitu kalimat yang terpahat di sekeliling nisan mamer makam Ade yang beberapa bagiannya mulai pupus.
Sejak direnovasi 13 tahun lalu, makam Ade Irma itu tak pernah dipugar. Waktu itu renovasi bersamaan dengan dibangunnya Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 2002. Kantor pemerintahan ini memang dibangun di atas pemakaman yang digusur.
Kepala Bagian Umum dan Protokol Kota Madya Jakarta Selatan Syarbaini mengatakan dari ratusan makam, hanya makam Ade yang dipertahankan. “Makam itu sama sekali tak bergesei;” tuturnya.
Makam berukuran 1 x 0,5 meter itu hanya diperbaiki seperlunya. Keluarga Nasution menolak jasad Ade dipindahkan ke tempat lain. Ada tanaman hias yang mengelilingi makam keel itu didampingi pilar-pilar. Lantainya dilapisi keramik sehingga cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berziarah. Di depan makam, berdiri sebuah monumen Ade Irma.
Syarbaini mengatakan selama ini makam tersebut dirawat pemerintah. Sebelum seluruh makam dipindahkan ke lokasi lain, kata Syarbaini, makam Ade kerap diziarahi banyak orang, terutama anak sekolah. Setelah terhalang kantor wali kota, para peziarah berkurang. Apalagi, pemerintah tak memberi papan petunjuk.

Jalan Nipah, yang ada di belakang kantor wali kota dan menjadi akses terdekat ke makam, malah ditutup.”Segera akan kami buka kembali,” kata Syarbaini. Menurut dia, pembukaan itu seising program Suku Dinas Pariwisata yang membuka makam sebagai tujuan wisata ziarah. • NINIS CHAIRUNNISA
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s