Home » PAGE 3.10 - Kesehatan » Kesehatan » Waspadai Wasir pada Ibu Hamil

Waspadai Wasir pada Ibu Hamil

Advertisements


ADE Rahmawati, ibu rumah tangga, mengeluh soal penyakit wasir yang dideritanya. Ibu muda berusia 27 tahun itu mengaku mulai menderita penyakit itu sewaktu mengandung putra pertamanya. “Padahal sebelum menikah saya belum pernah mengalami ini.”
Apa yang dialami Ade sebenarnya hal yang lumrah. Wasir ialah penyakit yang umum diderita oleh masyarakat Indonesia, terutama pada ibu hamil. Wasir saat hamil merupakan penyakit atau gangguan kala hamil yang terjadi pada anus. Biasanya bibir anus mengalami pembengkakan, bahkan pada sebagian kasus disertai pendarahan.
Dokter spesialis bedah di Rumah Wasir, Panondang, mengatakan bahwa ibu hamil merupakan orang yang rentan terkena wasir. Hal itu diakibatkan oleh meningkatnya kadar hormon seks wanita yang melemahkan dinding vena pada bagian anus.
“Banyak ibu hamil yang menderita wasir pada trimester ketiga karena terjadi peningkatan tekanan vena pada area panggul. Meningkatnya tekanan itu membuat vena-vena pada wanita tersebut membesar,” ujarnya ketika ditemui dalam Media Visit Rumah Wasir di Jatiasih, Kota Bekasi, kemarin.
Timbulnya wasir pada ibu hamil tentu saja dapat menyebabkan terganggunya aktivitas keseharian. Selain itu, wasir dapat menghalangi proses kelahiran. “Memang tidak membahayakan bayi, tetapi kegiatan mengejan saat persalinan dapat menyebabkan wasir semakin parah,” ungkap Direktur Pelayanan Rumah Wasir, Maharani Shinta Dewi.
Panondang menjelaskan beberapa gejala yang dirasakan penderita wasir pada ibu hamil, di antaranya terasa ada tonjolan saat mengejan, terdapat rasa panas ketika duduk, dan adanya darah segar di kertas toilet atau pada tinja sehabis aktivitas buang air besar (BAB). Hal itu akibat pecahnya pembuluh darah. Tentu saja hal itu menimbulkan rasa sakit pada anus terutama sehabis BAB.
Jangan sembarangan
Ketika menderita wasir, ibu hamil harus segera berobat. Namun, tak boleh sembarangan dalam memilih pengobatan wasir agar tidak mengganggu pertumbuhan janin. “Konsumsi obatobatan untuk menghindari wasir pun harus dihindarkan agar tak menghambat pertumbuhan janin,” tutur Panondang.
Oleh karena itu, is selalu menyarankan kepada ibu hamil yang mengalami wasir segera melakukan pengobatan dengan metode biological electrical impedance auto-measurement (BEIM). Pengobatan itu sangat aman untuk ibu hamil karena tidak memberikan guncangan keras dan tidak membutuhkan jahitan. “Dengan BEIM, wasir saat hamil dapat tuntas terangkat tanpa ada efek samping terhadap janin. Hanya 15 menit dan dengan biaya terjangkau, ibu hamil dapat langsung beraktivitas karena tanpa jahitan.”
Namun, sebelum melakukan pengobatan dengan metode BEIM, ibu hamil tetap harus berkonsultasi dengan dokter kandungan dan dokter spesialis wasir terlebih dahulu. Hal itu wajib dilakukan agar keselamatan sang ibu dan janin tetap terjaga. “Sebaiknya wanita hamil melakukan pengobatan wasir saat memasuki usia trimester kedua sehingga tidak memiliki risiko besar karena pada trimester pertama akan mengganggu proses pembentukan janin, sedangkan, di trimester ketiga ditakutkan akan terjadi kontraksi sehingga akan melahirkan bayi prematur,” pungkasnya. (Tri/M-6)
Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s