Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Republika 21/5, "Jokowi tak Temui Mahasiswa Demonstran"

Republika 21/5, "Jokowi tak Temui Mahasiswa Demonstran"


JAKARTA — Presiden Joko Widodo tak rnenemui kelompok mahasiswa yang melakukan demonstrasi di depan Istana Negara, Rabu (20/5). Demonstrasi digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap 20 Mei.

Ratusan mahasiswa yang berkumpul di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, itu pun hanya bisa berorasi liar dengan pengawalan ketat dari petugas kepolisian di depan gerbang Monumen Nasional. Para mahasiswa yang meramaikan Istana Negara sejak siang tersebut, antara lain, berasal dari Universitas Muhammadiyah dan Universitas Bung Karno. Selain itu, terdapat juga belasan orang dari Koalisi Pergerakan Mahasiswa Indonesia.

Para mahasiswa terus memanggil-manggil nama Jokowi untuk segera keluar menemui mereka. “Keluarlah Bapak Presiden. Keluarlah,” teriak mereka.

Demonstrasi serupa juga digelar mahasiswa dari Universitas Lampung, Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Jakarta, Universitad Gadjah Mada, dan Universitas Esa Unggul di Bundaran Hotel Indonesia.

Sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bergabung bersama ratusan mahasiswa yang tak henti berorasi di depan Istana Negara. Kedatangan mahasiswa HMI langsung dikawal aparat kepolisian.

Mahasiswa yang menuntut Jokowi menemui mereka mulai bertindak berlebihan di tengah cuaca yang panas. Mahasiswa mulai membakar ban. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo sempat turun langsung ke tengah pengunjuk rasa untuk memadamkan api yang dibuat para mahasiswa. Kemudian, aparat kepolisian yang lain mulai mendorong mahasiswa yang merangsek maju ke jalan Medan Merdeka. Semakin sore, jumlah peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus yang ada di Jakarta semakin bertambah banyak.

Bertambahnya peserta aksi membuat suasana memanas. Mahasiswa menutupi Jalan Medan Merdeka Utara. Lantaran demonstrasi semakin anarkis, polisi menutup total Jalan Medan Merdeka Utara. Aparat berpindah persis ke depan Istana Negara. Sejumlah mobil komando juga sudah berpindah ke depan pagar berduri yang disiapkan aparat kepolisian di lajur kanan Medan Merdeka Utara. Asap hitam dari ban-ban yang dibawa dan dibakar sejumlah mahasiswa sempat memenuhi udara di depan Istana Merdeka.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono yang ditemui di depan pagar Monumen Nasional menyatakan, polisis tetap menggunakan cara persuasif untuk inengamankan aksi unjuk rasa. Unggung menerangkan, kepolisian menurunkan sekitar 6.710 personel, termasuk polwan, untuk memberi suasana yang lebih teduh dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional di seluruh Jakarta. Khusus di lokasi pusat demonstrasi di sekitar Istana Negara, petugas yang diturunkan berjumlah 2.300 personel. “Polisi tetap mengedepankan respons yang persuasif,” kata Unggung.

Sekitar pukul 17.00 WIB, para mahasiswa akhirnya membubarkan diri setelah tambahan barikade polisi memberikan jalan untuk pengunjuk rasa melintas. Tambahan barikade polisi yang berada di depan Mahkamah Agung praktis hanya memberikan akses satu lajur kepada para demonstran. Barikade tersebut menutup seluruh lajur di Jalan Medan Merdeka Utara. “Kesimpulannya, hari ini relatif aman,” kata Kapolda.

Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia Ahmad Khairudin Syam mengatakan, mahasiswa akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara pada Kamis (21/5). Menurut Ahmad yang juga presiden BEM Universitas Lampung, perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia akan datang ke Jakarta untuk bersama-sama menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara.

Ahmad bersama sejumlah presiden BEM universitas dari berbagai daerah pun mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk turut hadir menyampaikan aspirasi kepada Presiden Indonesia hari ini.

“Saya mengimbau serta mengajak seluruh mahasiswa datang ke Istana Negara besok,” kata Ahmad, kemarin.

Ahmad menjelaskan, ada dua tuntutan yang menjadi fokus utama unjuk rasa mahasiswa hari ini, salah satunya adalah mengkritisi kebijakan pemerintah yang menyerahkan harga bahan bakar minyak pada mekanisme pasar. Adapun tuntutan lainnya adalah mendesak pemerintah, khususnya Presiden Jokowi, untuk tidak memperpanjang kontrak serta mengambil alih Blok Mahakam dan Freeport, yang kontraknya akan habis sebentar lagi.

“Hari ini, mahasiswa kecewa karena Presiden Jokowi tidak bisa menemui kita di sini,” ujar Ahmad.

Pada Senin (18/5) malam, Presiden Jokowi mengundang perwakilan BEM se-Indonesia untuk berdiskusi masalah kebangsaan di Istana Negara. Ketua BEM Universitas Indonesia Andi Aulia Rahman mengatakan, undangan makan malam di Istana Negara tersebut merupakan bentuk demokrasi dan kesempatan yang diberikan pemerintah, khususnya Presiden, agara mahasiswa bisa menyampaikan aspirasinya.

Menurut Andi, pertemuan sebagian BEM dengan Presiden hanya mendiskusikan permasalahan bangsa yang sedang terjadi. Karena itu, Andi menganggap undangan makan malam bersama Presiden itu sebagai wujud keterbukaan pemerintah.


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s