Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Pelanggaran Wilayah di Sebatik, Indonesia Kirim Nota Protes ke Malaysia

Pelanggaran Wilayah di Sebatik, Indonesia Kirim Nota Protes ke Malaysia

Duta Besar Malaysia mengatakan insiden itu akibat kesalahpahaman.

JAKARTA — Pemerintah Indonesia memanggil Duta Besar Malaysia untuk menyampaikan nota protes terkait dengan pelanggaran wilayah di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Ahad lalu. Hadir dalam pemanggilan tens. ebut Wakil Duta Besar Malaysia Roseli Abdul, yang menghadap Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Edi Yusup, kemarin.

Pemanggilantersebutdilakukan setelah Kementerian Luar Negeri memverifikasi laporan a danya insiden pelanggaran udara dan pendaratan helikopter tan-pa izin di Pulau Sebatik, wilayah Indonesia, tepatnya di pos pengamanan perbatasan Aji Kuning.

“Hari ini kita memanggil kepala perwakilan Malaysia di Jakarta, sedangkan dari pihak KJRI di Kota Kinabalu sudah berhubungan langsung dengan Sabah Air Aviation, dan KRI di Tawau sudah menghubungi Majelis Keselamatan Sabah,” kata Direktur Perjanjian Politik, Keamanan, dan Kewilayahan Octavino Alimudin, kepada media di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin.

Octavino mengatakan insiden pada Ahad lalu tersebut berawal pada sekitar pukul 08.43 waktu setempat. Saat itu, pos pengamanan perbatasan telah melihat ada helikopter Malaysia yang melintas. Helikopter itu mendarat pada pukul 08.45 dan tiga menit kemudian meninggalkan wilayah tersebut.

“Meski peristiwa tersebut singkat, dari aspek koordinat, tidak ada keraguan bahwa lokasi tersebut berada di wilayah Indonesia,” kata Octavino. Menurut dia, patokan wilayah darat dan udara di Pulau Sebatik telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Belanda dan Inggris, yakni di titik empat deraj at sepuluh menit.

Direktur Asia Timur dan Pasifik Edi Yusup mengatakan pertemuannya dengan Wakil Duta Besar Malaysia Roseli Abdul bertujuan meminta klarifikasi dari Malaysia.

“Roseli menyatakan belum mendapat informasi resmi dari Kuala Lumpur. Namun ia mendapat informasi bahwa Sabah Air Aviation sudah meminta maaf kepada Konsulat Jenderal kita di Kota Kinabalu, Sabah,”kata Edi. Permohonan maaf tersebut sudah disampaikan secara lisan, dan pihak Sabah Air. Aviation berjanji membuat nota permohonan maaf secara tertulis.

Duta Besar Malaysia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, saat dimintai konfirmasi secara terpisah, mengatakan insiden di Sebatik itu akibat kesalahpahaman. “Ini mis-understanding. Sebenarnya pilot mau mendarat di wilayah Malaysia. Namun karena hujan lebat, pilot salah mendaratkan helikopternya,” kata Dubes Zahrain, kepada Tempo, kemarin.

Zahrain menilai nota protes yang disampaikan pemerintah Indonesia ke pemerintahnya merupakan hal yang wajar dilakukan. “Itu wajar,” kata dia. Namun ia mengaku belum mengetahui siapa penumpang helikopter tersebut. “Itu penerbangan komersial yang bisa disewa siapa saja.”

Menurut Octavino, sekecil apa pun pelanggaran wilayah, pemerintah Indonesia tetap akan mengajukan protes jika detail kejadian sudah dilaporkan. “Insiden pelanggaran wilayah harus kita respons dengan tegas. Walaupun satu meter, walaupun lima menit, kita ajukan protes ke negaranegara tersebut agar tidak  mengulangi pelanggaran itu,” kata dia.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya juga mengatakan, meski sudah ada permintaan maaf atas insiden itu, TNI tetap membuat nota protes yang sudah disampaikan melalui Menkopolhukam. “Kami melapor dan proses tetap jalan,” kata Fuad. [Natalia Santi]


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s