Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Cerita Kuburan di Tol Cipali

Cerita Kuburan di Tol Cipali

Kecelakaan di jalan tol Cipali dihubungkan dengan keberadaan jalan itu sebelumnya. Itulah yang menjadi pembicaraan sejumlah warga Desa Panjalin Lor, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.”Dulu makam itu di bawah sana,” kata Ahmad, seorang tokoh Desa Panjalin Lor, kepada Tempo, kemarin. Telunjuk tangan kanannya mengarah ke bawah dari atas jembatan penyeberangan di KM 178 ruas tol Cikopo-Palimanan alias Cipali.

Di kilometer itu, pada 6 Juli lalu, terjadi kecelakaan maut yang menewaskan 7 orang. Menurut Ahmad, di situ sebelumnya ada 600 makam yang kini telah dipindahkan ke sisi kanan jalan tol dari arah Jakarta menuju Cirebon. Di pemakaman itu, ujar dia, terdapat makam Mbah Samijem. “Makam itu sudah ada sebelum Kota Majalengka ada.”

KH Maman Imanulhaq, pemimpin Pondok Pesantren Al-Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, mengatakan hal yang sama.”Kecelakaan terjadi karena, dalam pelaksanaan proyek, kontraktor jalan tidak menghargai kearifan lokal. Termasuk perlakuan terhadap makam.” Di luar itu, kata dia, soal pelunasan kekurangan kompensasi kepada para warga.”Siapa tahu doanya warga sekitar bisa membantu keselamatan orang-orang yang melewati jalan tol,” kata KH Maman.

Kecelakaan memang terus terjadi di jalan tol ini. Pada 16 Juni-25 Juli, sedikitnya 7 kali terjadi kecelakaan maut dengan 21 korban tewas dan puluhan lainnya terluka di sepanjang jalan tol Cipali.

Tiga di antaranya di KM 151180. Berdasarkan pengamatan Tempo, saat arus mudik Lebaran, laju kendaraan di ruas tol itu relatif tinggi. Saat kondisi lancar, rata-rata kecepatan kendaraan menembus 100 kilometer per jam.

Tapi seorang pemudik, Palupi Annisa Auliani, menyebut kondisi jalan yang lurus berpuluh kilometer jadi penyebabnya. Pengemudi menjadi mengantuk.”‘Pantangan terberat di Cipali adalah menjaga kesadaran,” katanya saat istirahat di rest area KM 165 dalam arus balik ke Jakarta dari Salatiga, kepada Tempo, Jumat lalu.

Ruas tol ini kian berbahaya karena jarak antar-rest area terlalu jauh. Ke arah Cikopo dari Palimanan, tiga rest area berjarak sekitar 30 kilometer. Para pensemudi pun tak punya banyak pilihan untuk beristirahat. Menurut Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Ipung Purnomo, kecelakaan di jalan tol itu terjadi karena banyak pengemudi belum mengenal medannya.


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s