Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Pendidikan » Artikel Debbie Sutrisno, "Seragam ‘Norak’ Siswa Makassar"

Artikel Debbie Sutrisno, "Seragam ‘Norak’ Siswa Makassar"

REPUBLIKA, — Seragam baru pada tahun ajaran adalah hal biaya. Namun, kali ini, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sejumlah orang tua siswa termasuk siswa barunya merasa tak nyaman dengan baju baru mereka.

Penyebabnya, ada tambahan atribut bertuliskan “Aku Benci Narkoba” dan “Aku Benci Korupsi.” Tulisan benci korupsi dipasang di dada bagian kiri. Sehingga, di sisi kiri seragam siswa, bersusun tiga atribut, yakni bendera merah putih, tulisan “Aku Benci Narkoba”, dan lambang OSIS. Sementara di dada kanan, terpasang “Aku Benci Korupsi” berwarna merah.

Selain itu, di lengan kanan dan kiri seragam juga terpasang lambang Kota Makassar serta nama sekolah. Ramainya atribut yang terpasang di seragam siswa di Kota Makassar dinilai ‘norak’ oleh sebagian kalangan pelajar dan masyarakat. Salah seorang orang tua siswa yang anaknya akan masuk SMP Kota Makassar, in Nurfahraeni, mengaku kurang setuju dengan konsep baju baru ini. la menilai penampilan seragam dengan terlalu banyak atribut justru membuat seragam sekolah kurang bagus dipandang. “Sekarang sudah ada nama, lambang OSIS, ada lambang kota, nama sekolah. Ditambah lagi tulisan-tulisan. Bukannya menjadi bagus, ini malah jadi ‘norak’,” ujar lin, Rabu (29/7).

Wirawan Kusuma, siswa kelas 2 SMAN 1, mengatakan, program Pemkot Makassar menjadikan siswanya jauh dari narkoba dan korupsi memang cukup baik. Namun, penambahan atribut di seragam siswa dinilainya justru membuat siswa akan malas memakai baju itu karena terlalu ramai dilihat.

“Sekarang kita mau pakai baju saja sudah aneh. Bukannya semangat pakai seragam malah jadi malas,” ujar Wirawan. la mengatakan, nilai antinarkoba dan antikorupsi akan mubazir jika siswa justru malu saat mengenakan baju seragam sekolah.

Sementara, siswi SMK 8 Makassar, Yuanita, menurut saja dan menyambut baik inisiatif Pemkot Makassar itu. “Kalau memang semua siswa harus menggunakan ini, pasti Saya juga pakai. Walaupun memang agak sedikit aneh,” ujarnya.

Meski ada yang menentang, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto selaku pencetus konsep menyatakan penambahan atribut merupakan aksi nyata pemerintahan yang ingin membuat generasi muda jauh dari pemakaian narkoba dan perilaku korupsi. “Kita mulai dari seorang pelajar untuk mengingatkan diri sendiri dan saling mengingatkan teman sebaya agar tidak gagal dalam merebut masa depannya dengan menjauhi narkoba dan tidak bertind.ak korupsi.”

Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Adi Suryadi Culla menuturkan, pemasangan lambang sangat positif. Namun, persoalan pemasangan lambang tidak sesederhana yang dilihat. la mengingatkan, jangan sampai hal ini menjadi salah satu cara untuk kembali memungut biaya ke siswa dengan kedok menjual lambang. “Kalau ini gratis, tak masalah. Tetapi, kalau dibayar, tentu tidak semua mampu membeli.”


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s