Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Pasal Penghinaan Presiden Dihidupkan lagi

Pasal Penghinaan Presiden Dihidupkan lagi

DPR menilai pembuat undang-undang tidak bisa membentuk pasal yang sudah pernah dibatalkan oleh MK.

REPUBLIKA 4/8,Pg.4 — Menanggapi keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden dalam KUHP, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai hal tcrsebut wajar. Pasal penghinaan presiden masuk dalam 786 pasal Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP yang diserahkan pemerintah ke DPR. “Jadi, kalau memaki-maki atau menghina presiden fungsi pemerintahan juga tentu terkena, jadi wajar saja,” kata Kalla, Senin (3/8).

Menurut Kalla, presiden yang merupakan kepala negara adalah tokoh yang harus dihormati. Sehingga, ia menilai penghinaan terhadap presiden juga dapat mengganggu jalannya pemerintahan. Kalla pun menilai, penolakan pasal penghinaan presiden dalam RUU KUHP oleh DPR tentu memiliki alasan sendiri. “Kan ini tentu punya alasan, ini kan masuk KUHP baru kan. Nanti lab kita lihat,” ujar Kalla menambahkan.

Pasal yang mengatur tindak pidana penghinaan terhadap presiden sebelumnya pernah dicabut oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dari KUHP. Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengatakan, Komisi III DPR akan mengkaji serius terkait penghidupan pasal ini oleh pemerintah. “Apakah pasal ini masih bisa diberlakukan atau tidak karena berkaitan dengan putusan MK,” kata dia, di Jakarta, Senin (3/8).

Dalam pandangan MK, kata dia, semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum. Namun, bukan berarti juga presiden boleh dihina. “Jadi, ini bukan soal pada orang, melainkan soal jabatan yang presiden yang merupakan salah satu simbol sebuah negara.”

Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin menilai, berdasarkan asas hukum yang berlaku, sesuatu yang telah dibatalkan MK tidak bisa lagi dibahas atau dihidupkan kembali dalam RUU yang baru. Jadi, menurut dia, pasal penghinaan presiden itu tidak bisa dihidupkan kembali oleh pemerintah lewat pembahasan RUU KUHP. “Dihidupkan kembali pun, akan dibatalkan oleh MK.”

Anggota Komisi HI DPR Arsul Sani mengatakan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum menentukan sikap apa pun soal adanya upaya menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden itu. Fraksi PPP akan mengkaji apakah pasal itu bertentangan dengan putusan MK. “Kami akan memastikan agar pasal itu tidak menjadi pasal ‘karet’ yang digunakan untuk membungkam kritik terhadap presiden dan pemerintahannya,” kata Arsul kepada Republika, Senin (3/8).

Menurutnya, kalau pasal yang diajukan pemerintah dalam RUU KUHP itu sama dengan pasal yang pernah dibatalkan oleh MK, DPR tidak akan menerimanya. Alasannya, putusan MK bersifat mengikat bagi pembentuk undang-undang (pemerintah dan DPR). Wakil Sekretaris Jenderal PPP basil muktamar Surabaya ini menambahkan, karena pasal ini sangat sensitif bagi masyarakat, DPR pasti akan mengkajinya dengan cermat.

DPR, kata Asrul, pasti akan mendengar seluruh masukan dari pihak ahli maupun akademisi serta praktisi hukum dan masyarakat sipil untuk membahas pasal soal penghinaan pada presiden ini. Karena itu, menurut Asrul, seharusnya wacana soal pasal ini dimunculkan ke publik agar memunculkan pandangan publik pada pasal ini. “Pasal itu sebaiknya menjadi diskursus publik sekarang, apalagi pada masa sidang Agustus ini, RUU KUHP akan mulai dibahas,” kata Asrul. | Penulis : DESSY SUCIATI SAPUTRI, AGUS RAHARJO]


1 Comment

  1. Fari says:

    Jakarta, Aktual.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sepenuhnya kepada DPR terkait usulan pemerintah untuk kembali menghidupkan pasal penghinaan terhadap presiden. Padahal, pasal penghinaan Presiden telah dihapuskan Mahkamah Konstitusi (MK) karena dinilai membahayakan bagi kehidupan demokrasi. Namun, Presiden Jokowi kembali mengusulkan pasal itu ke DPR untuk dihidupkan lagi dalam RUU KUHP.

    BACA SELENGKAPNYA DI :
    Sarifuddin Sudding: Pasal Penghinaan Presiden Tak Bisa Dihidupkan Kembali
    6 Agustus 2015 1:27 PM

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s