Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Editorial, “Menko Versus Wapres”

Editorial, “Menko Versus Wapres”

REPUBLIKA 20/8 Page 6, — Bak irama cadas, kehadiran Rizal Ramli di Kabinet Kerja memberi entakan keras. Dengan berposisi sebagai menteri koordinator (menko) bidang kemaritiman, Rizal melontarkan polemik soal pembelian pesawat Airbus untuk Garuda, juga soal proyek listrik 35 ribu megawatt. Polemik soal pesawat tidak bergulir sekeras polemik soal listrik.

Dalam polemik soal listrik, Rizal berhadapan langsung dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Tak hanya berhadapan, Rizal malah mengundang JK untuk berdebat dengannya soal proyek tersebut di hadapan publik. Rizal menilai proyek yang ditargetkan pemerintah bisa selesai pada 2019 itu tidak akan terealisasi.

JK tak menerima tantangan untuk debat di depan publik soal listrik 35 ribu megawatt. Sebaliknya, JK menilai sikap Rizal menantangnya debat di depan publikitu tidak etis. Selain itu, JK juga menyatakan bahwa dirinya perlu rnembimbing atau memberi arahan kepada Rizal untuk berperilaku serta berpikiran yang baik.

Pesan komunikasi yang disampaikan JK terlihat sebagai sikap tidak nyaman dengan pernyataan Rizal soal proyek tersebut. Sebagai anggota kabinet, JK lebih suka jika Rizal menyampaikan langsung penilaian soal proyek listrik 35 ribu megawatt kepada dirinya dan bukan dilempar ke publik untuk menjadi polemik.

Kondisi ini tidak lantas menjadikan proyek listrik 35 ribu megawatt sebagai inti pembahasan publik. Yang lebih banyak dipolemildun justru model komunikasi tidak langsung antara menko dan wapres dalam Kabinet Kerja. Model komunikasi seperti ini terlihat rancu mengingat kedua pihak sama-sama sebagai pejabat negara dan dalam struktur pemerintahan yang sama.

Adu pesan yang berjalan lewat media ini justru lebih tampak sebagai kegaduhan ketimbang sebagai dialog yang menyelesaikan persoalan bangsa. Kegaduhan ini tentu tidak jadi soal, jika memang sebagai bagian dari proses yang harus dilalui untuk memacu kinerja kabinet dalam memajukan bangsa. Sebaliknya, kegaduhan ini hams dihentikan jika ternyata malah menjadi hambatan bagi kinerja kabinet.

Saat ini, kegaduhan tersebut terlihat sudah mulai mengganggu proses komunikasi dalam kabinet. Presiden Joko Widodo pun meminta supaya masukan atau kritikan atas kebijakan yang dilontarkan anggota kabinet untuk disampaikan dalam sidang kabinet. JK sendiri mengaku telah menegur langsung sikap Rizal.

Hal penting yang hams digarisbawahi dalam persoalan ini adalah mengenai koordinasi dan cara berkomunikasi. Masukan atau kritik yang baik bisa terlihat mengganggu jika disampaikan dengan cara dan medium yang keliru. Sebagai anggota kabinet, Rizal tentu punya jalur langsung untuk menyampaikan kritiknya kepada pihak-pihak yang secara langsung menjadi penentu kebijakan. Cara ini jauh lebih efektif dan menyehatkan koordinasi Kabinet Kerja.

Sebaliknya, pihak yang dituju untuk menerima kritik atau masukan juga bisa mendengar langsung dari tangan pertama. Selain itu, yang bersangkutan juga bisa langsung memberikan penjelasan. Di situlah dialog dalam kabinet bisa berjalan secara langsung tanpa harus menimbulkan kegaduhan.

Tentu sangat wajar jika dalam tubuh kabinet terjadi perbedaan pendapat. Bahkan, bisa dikatakan perbedaan pendapat itu menjadi dinamika penting untuk bisa melahirkan kebijakan pemerintah yang dibutuhkan rakyat. Persoalannya, perbedaan pendapat ini harus diwadahi dan dikelola secara baik supaya tidak menimbulkan banyak penafsiran yang bisa mengganggu kinerja bangsa ini.

Jika adu pendapat terjaai begitu saja secara terbuka, efeknya bisa berbahaya. Publik akan melihat kabinet tidak kompak. Pasar pun akan merespons hal tersebut sebagai ketidakpastian. Dalam sithasi ekonomi yang melemah dan memerlukan jalan keluar, gangguan atas kinerja kabinet hams dijauhkan.


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s