Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Proyek 35 Ribu Mw Jalan Terus

Proyek 35 Ribu Mw Jalan Terus

MEDIA INDONESIA 20/8 Page 18, — Pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang menyinggung tidak realistisnya megaproyek 35 ribu megawatt (Mw) ditanggapi tegas oleh Presiden Joko Widodo. Pria yang akrab disapa Jokowi tersebut secara tegas menyatakan tidak akan mengubah besaran daya pembangkit yang akan dibangun selama lima tahun ke depan tersebut.

“Ndak.. Ndak. Itu memang kebutuhan. Kalau enggak mencapai itu, saya setiap ke daerah keluhannya adalah listrik. Biarpet, listrik mati,” ucap Jokowi seusai membuka EBTKE Conex dan Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2015, di Jakarta, kemarin.

Menurut Presiden, besaran 35 ribu Mw merupakan angka kebutuhan listrik masyarakat hingga 2019. Pihaknya sudah menghitung dan menghasilkan jumlah tersebut. Tugas menteri melaksanakan dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi.

Di kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyarankan pemerintah tidak terburu-buru merealisasi target penyediaan listrik 35 ribu Mw. “Ada baiknya pemerintah mengevaluasi pertumbuhan ekonomi dan kalau perlu revisi, tahun depan saja.”

Fabby mengingatkan perekonomian bisa saja melesat pada 2017. Kebutuhan listrik akan melonjak hingga dapat menimbulkan krisis listrik ketika penyediaan listrik tidak signifikan bertambah.

Anggota Fraksi NasDem Kurtubi meminta polemik tentang megaproyek 35 ribu Mw tidak diperluas. Dia menyarankan pemerintah lebih berkonsentrasi untuk mencari solusi kelistrikan nasional.

Faktanya rakyat memerlukan penyediaan listrik yang bahkan lebih besar dari 35 ribu Mw ke depan.

Lebih jauh, melalui Komisi VII DPR, Kurtubi meminta pemerintah serius merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Jenis pembangkit tersebut mampu menyediakan tenaga listrik dalam jumlah besar sekaligus.

“Kami meminta pemerintah untuk merevisi kebijakan energi nasional dengan tidak lagi PLTN ditempatkan sebagai opsi terakhir,” pungkasnya.

Kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan pertemuan dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk Sukandar. Krakatau Steel diminta memasok 2 juta ton Baja untuk kebutuhan pembangunan transmisi kelistrikan 35 ribu Mw.

Sukandar menuturkan perseroan siap untuk memasok kebutuhan tersebut melalui kerja sama pembangunan pabrik Baru dengan Osaka Steel. (Jes/Nov/Wib/E-1)


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s