Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Media Indonesia » Artikel oleh Jessica Sihite, "Sewatama-CAT Bangun Pembangkit Hibrida"

Artikel oleh Jessica Sihite, "Sewatama-CAT Bangun Pembangkit Hibrida"

PGE akan menjadi perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia pada 2017.

MEDIA INDONESIA, 21/8 Page 19, — PT Sumber Daya Sewatama dan produsen alat berat Caterpillar Inc (CAT) siap membangun tiga pembangkit listrik hibrida (hybrid micro- grid) di Nusa Penida Bali, Bima Nusa Tenggara Barat, dan Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Proyek perintis berkapasitas 18 megawatt (Mw) itu sekaligus sebagai upaya sosialisasi kepada pemerintah, PT PLN (persero), dan industri.

“Pembangkit listrik hibrida akan memakai diesel dan panel surya (solar PV). Kita usulkan beberapa lokasi dengan potensi sinar matahari yang kuat,” ujar Chief of Growth Officer Sewatama Edi Prayitno Hirsam di Jakarta, kemarin.

Dia berharap Kementerian ESDM menyetujui proyek itu dan segera memperoleh izin dari pemerintah daerah. “Kalau lancar, tahun depan bisa dThangun,” urainya.

Saat ini, imbuhnya, belum ada payung hukum tarif pembelian listrik dari pembangkit listrik hibrida. “Kami mencari payung hukum. Bisa jadi tarifnya terpisah,” lanjutnya.

Di kesempatan yang, sama, Microgrid Comercial Manager Electric Power Division Caterpillar Inc Rob Schueffner menjelaskan pembangkit hibrida akan menghemat pemakaian BBM jenis solar 20%-50%.

“Investasinya lebih besar dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Namun, biaya operasi lebih murah dan ramah lingkungan,” ucapnya.

Biaya investasi pembangkit hibrida per megawatt bisa mencapai US$1,5 juta-US$2 juta. “Itu termasuk baterai, solar panel, dan lahan, tetapi tergantung letak pembangkit. Di pegunungan dan lapangan terbuka akan berbeda nilainya,” jelasnya.

Masa pembangunan pembangkit hibrida ini pun hanya butuh 6-8 bulan. “Dengan pembangkit listrik hibrida sebesar 2 gigawatt bisa mereduksi karbon yang dihasilkan setara 750.437 mobil,” paparnya.

PGE bor 8 sumur
PT Pertamina Geothemal Energi (PGE) tetap optimistis mencapai target pengeboran 21 sumur meski saat ini barn mengebor 8 sumur.

“Kami berharap akhir 2015 bisa semua dibor. Itu terse- bar di Kamojang, Jawa Barat, Lahendong, Sulawesi Utara, Ulubelu, Lampung, Lumut Balai dan Hulu Lais, Sumatra Selatan,” ujar Direktur Utama PGE Ulan Zainuddin di Jakarta, kemarin.

Untuk tahun depan anak usaha PT Pertamina (persero) itu menargetkan pengeboran 23 sumur.

PGE juga tengah membangun enam pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Proyek itu ialah PLTP Lumut Balai di Sulawesi Selatan (4×55 mw), Karaha di Tasikmalaya (30 mw), Kerinci di Jambi (55 mw), Hululais di Bengkulu (2×55 mw), PLTP Ulubelu 3 dan 4 di Lampung (2×55 mw) serta Lahendong 5 dan 6 (2×20 mw). “Seluruh proyek itu butuh investasi US$2,5 miliar.”

Sementara itu, PLTP Kamojang 35 Mw sudah beroperasi komersial setelah diresmikan Presiden Joko Widodo di awal Agustus 2015.

PGE bertekad menjadi perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia pada 2017 dengan menggenjot pengembangan daya PLTP dari 437 Mw menjadi 682 Mw. “Itu senilai 30 ribu barel setara minyak per hari (boepd),” katanya.

PGE juga menyasar kampiun di Asia pada 2021 dengan menambah kapasitas terpasang PLTP menjadi’ 1.047 Mw. “Di 2025, kita ingin menjadi perusahaan geotermal kelas dunia dengan menyumbarig 2,3 gigawatt (gw),” papar Irfan.(E-4)


Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s