Home » PAGE 3.18 - Story of the Day » Saat Pengojek, Sopir, dan Kondektur ke Istana

Saat Pengojek, Sopir, dan Kondektur ke Istana

ISTANA NEGARA, SELASA — (1/9) siang, mendadak dipenuhi puluhan tukang ojek pangkalan dan tukang ojek dalam jaringan perusahaan jasa transportasi Go-Jek, serta sopir dan kondektur mikrolet, kopaja, dan metromini. Mereka bukan berunjuk rasa seperti di seberang jalan Istana Merdeka dan sekitar Monas, yang kemarin dipenuhi ribuan buruh. Mereka diundang khusus oleh Presiden Joko Widodo dan dijamu makan siang di Istana.

Beberapa sopir dan tukang ojek bahkan duduk semeja dan makan siang dengan Presiden. Saat mengambil makanan pun, Presiden Jokowi dan para pekerja di angkutan umum itu berbaur menjadi satu. Sama-sama antre makanan yang disiapkan di salah satu sudut Istana Negara. Siang itu tersedia menu prasmanan, bakso, ikan panggang, puding, dan buah.

Seusai makan siang, Presiden Jokowi lalu bercerita mengapa mereka diundang ke Istana. “Dua hari yang lalu saya masuk di Kampung Rawa, Johar Baru, ada yang bisikin ke saya, Pak sekali-sekali mbok kita diundang ke Istana, jangan Bapak ke daerah terus. Bapak tiap hari ke daerah sehingga enggak bisa mengundang ke Istana. Saya kaget, saya tanya bapak kerja apa? Saya ojek, Pak, katanya,” ujar Presiden yang mengaku tidak mengundang tukang ojek itu karena tak sempat tahu namanya.

Presiden lalu menceritakan kenangannya saat tinggal di Jakarta. “Saya mau cerita sedikit saja. Saya tahun 1985-1988 di Jakarta. Saya ingat betul dari Klender menuju Kuningan setiap pagi, pukul 06.00, berangkat dengan tiga kali ganti mikrolet, metromini, dan metromini,” ujar Presiden yang kembali terkenang suka dukanya naik metromini. Sebelumnya, Presiden menyalami sopir metromini yang ikut hadir dalam acara itu.

Walau metromini bukan sesuatu yang baru, Presiden Jokowi mengakui bahwa kondisi dunia transportasi sekarang ini untuk pelayanan masyarakat sudah jauh berubah. Kini, penuh dengan persaingan.

Presiden lalu mengundang perwakilan sopir, kondektur, serta ojek pangkalan dan Go-Jek untuk mengungkapkan masalah yang dialami di lapangan. Sofyan, kondektur Kopaja M16 jurusan Kampung Melayu-Pasar Minggu, yang mendapat kesempatan pertama berdialog dengan Presiden, langsung bicara blak-blakan. “Banyak pungli, Pak. Di Pasar Minggu, tiap kali mau muter (berputar) di depan Robinson (salah satu mal), saya dimintai uang,” ujarnya.

Zainuri, pengojek yang mangkal di depan Masjid Al Fallah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mengeluhkan larangan sepeda motor di wilayah Thamrin hingga Medan Merdeka Barat, yang membuat ojek harus berputar jauh. “Saya mohon keringanan dari Bapak. Untuk Medan Merdeka Barat-Thamrin, khususnya bagi pengendara motor, dapat diperbolehkan lagi kalau pagi hari?” kata Zainuri, yang spontan ditanggapi Presiden Jokowi. “Itu urusannya Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), Gubernur DKI Jakarta. Nanti tak (saya) telepon Pak Gubernur?”

“Mungkin Pak Ahok bisa mengerti kalau Bapak yang ngomong,” ujar Zainuri disambut tawa temannya yang hadir. Ia juga menyinggung Go-Jek, yang membuat pendapatannya menurun. Apalagi, banyak teman- temannya yang bergabung dengan Go-Jek. “Anak saya sekolah swasta, Pak. KJP (Kartu Jakarta Pintar) enggak dapat,” kata Zainuri, yang kemarin anaknya diminta Presiden untuk segera mendaftar mendapat KJP.

Kepada perwakilan Go-Jek, Presiden bertanya mengapa ojek pangkalan dan Go-Jek berantem. “Go-Jek ini, kan, (pelanggannya) lewat aplikasi. Kebanyakan ojek-ojek pangkalan salah paham,” papar Suryadi dari Go-Jek.

Acara makan siang ditutup dengan foto bersama. Sebagai ucapan terima kasih, sebelum meninggalkan Istana, seorang pengemudi metromini menyerahkan cincin batu akik kepada Presiden. (son/why)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s