Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Transportasi Massal Juga Mengarah ke Indonesia Timur

Transportasi Massal Juga Mengarah ke Indonesia Timur

REPUBLIKA 10/9 Page 13, — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, transportasi massal tidak hanya dikembangkan di wilayah Pulau Jawa saja, namun juga akan menyasar kawasan Indonesia bagian timur.

Menurut Presiden, proyek transportasi massal yang akan dibangun selanjutnya setelah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), yakni di Sulawesi dan Papua. “Akhir bulan ini akan dimulai pembangunan kereta api di Sulawesi karena sebetulnya akan dimulai Agustus. Tapi, saya mau dikerjakan dulu minimal lima sampai tujuh kilometer baru saya groundbreaking,” kata Jokowi saat groundbreaking proyek Light Rail Transit (LRT) di Jakarta, Rabu (9/9).

Selain di Sulawesi, pembangunan proyek kereta api juga akan dilakukan di Papua. Menurut Jokowi, saat ini rencana pembangunan jalur kereta api di Papua masih dalam proses melakukan studi kelayakan (feasibility study).

“Akhir Desember feasibility study selesai sehingga tahun depan kita mulai,” ujarnya. Hal itu, lanjut Jokowi, perlu dia tegaskan agar tidak timbul kesan bahwa pembangunan infrastruktur hanya dilakukan di Pulau Jawa.

Menurut dia, pembangunan serupa akan dilakukan di seluruh nusantara kendati semua perlu tahapan dan proses yang memakan waktu. “Semua pihak harus samasama menyukseskan pembangunan infrastruktur ini, semua proyek yang berkaitan dengari transportasi massal jangan ditunda lagi dimulai segera dan diselesaikan,” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, keberadaan transportasi massal sangat dibutuhkan. Ia mencontohkan, pembangunan LRT di Jakarta dan terkoneksi dengan kota-kota di sekitartiya dapat mengurangi kemacetan di Jakarta yang sudah akut.

“Pekerjaan transportasi massal harus bisa diselesaikan. Semua pekerjaan setelah dimulai harus diberikan target kapan diselesaikan,” kata Jokowi.

Pengerjaan proyek LRT di Jakarta akan dilakukan oleh PT Adhi Karya Tbk. LRT ditargetkan mulai beroperasi pada 2018. Nantinya, LRT direncanakan terintegrasi dengan seluruh moda transportasi di DKI Jakarta, di antaranya, Transjakarta, Commuter Line, dan Kereta Cepat Bandung- Jakarta.

Sementara itu, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menyatakan pihaknya siap melakukan right issue atau menerbitkan saham barn tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp 2,735 triliun untuk memenuhi kebutuhan dana pembangunan proyek LRT di kawasan Jabodetabek.

“Tanggal 22 September 2015 akan digelar rapat umum pemegang saham untuk mengesahkan right issue. Jadi, kami perkiraan awal bulan Oktober 2015 right issue sudah bisa dilaksanakan,” kata dia di sela groundbreaking LRT, di Jakarta, Rabu (9/9).

Menurut Kiswodarmawan, harga right issue per saham belum bisa disebutkan karena harga saham Adhi Karya di pasar modal sedang mengalami kenaikan. Ia menjelaskan, dana yang diperoleh dari hasil right issue tersebut akan digunakan untuk membiayai sebagian modal pembangunan infrastruktur LRT. Menurut catatan, total investasi pembangunan LRT mencapai sekitar Rp 23,8 triliun.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s