Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Editorial » Editorial Republika, "Buat Apa Usik Trauma"

Editorial Republika, "Buat Apa Usik Trauma"

EDITORIAL — Dua hari pada pergantian bulan September menuju Oktober banyak peristiwa digelar untuk mengenang kembali tragedi Gerakan 3o September Partai Komunis Indonesia atau G-3o-S/PKI yang selalu menyimpan misteri. Ada diskusi, ada pemutaran film, ada pernyataan sikap, dan sebagainya.

Arah dari masing-masing kegiatan pun beragam sekali. Ada yang memberi dukungan penuh untuk pihak PKI, ada yang mendukung pihak militer dan pemerintah, ada pula yang tidak mendukung keduanya dan minta penjelasan sejarah soal peristiwa tersebut.

Pada masa Orde Baru, momentum 3o September dan 1 Oktober selalu diisi dengan kegiatan menonton bersama film pemberontakan G-3o-S/PKI. Murid-murid sekolah dari berbagai tingkatan dikerahkan untuk menonton bersama film tersebut. Kemudian di era Reformasi, momen-momen tersebut diperingati tanpa gempita. Cukup dengan upacara di Monumen Lubang Buaya, Jakarta.

Kali ini, momentum untuk mengenang tragedi G-30-S/PKI terasa berbeda. Ada beberapa faktor yang menjadikannya berbeda. Sebelum tanggal 3o September ini datang, gambargambar palu arit yang menjadi simbol PKI bertebaran di media sosial. Sebagian gambar itu menunjukkan befidera palu arit terpasang di ruang-ruang publik.

Selain itu, para anak keturunan tokoh PKI juga mulai muncul ke permukaan dengan berbagai pernyataan yang menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab dan meminta maaf kepada PKI atas peristiwa G-3o-S/PKI. Di sisi lain, anak keturunan para korban PKI juga menuntut, yakni menuntut pemerintah meminta maaf kepada para korban PKI.

Dalam menyikapi hal ini, pemerintah harus sangat berhatihati. Peristiwa G-3o-S/PKI adalah tragedi yang mengundang trauma banyak orang. Ribuan nyawa melayang akibat ideologi komunisme yang memunculkan revolusi berdarah. Peristiwa tersebut menjadi sejarah kelam bagi Indonesia dan tidak boleh sampai terulang kembali.

Bangsa ini telah secara bulat menyepakati keberadaan ideologi Pancasila sebagai landasan hidup. Lima sila yang menjadi rangkuman atas nilai-nilai yang diajarkan Pancasila menjadi pegangan kokoh untuk menjadikan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini tetap bersatu. Upaya untuk membangkitkan kembali ideologi komunisme yang jelas bertentangan dengan Pancasila adalah bahaya yang harus segera diatasi.

Isu yang beredar soal rencana Presiden Joko Widodo untuk meminta maaf kepada PKI telah dibantah oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Dia tegas-tegas menyebutkan bahwa isu yang menyebut Presiden Joko Widodo akan meminta maaf kepada PKI adalah fitnah. Bantahan ini adalah pernyataan yang semestinya menenangkan. Akan lebih kuat lagi jika secara tegas Presiden Joko Widodo yang berbicara langsung.

Pernyataan langsung dari Jokowi akan menghentikan semua spekulasi soal ide untuk meminta maaf kepada PKI. Bagaimanapun, komunisme telah menjadi ideologi yang posisinya bertentangan dengan Pancasila.

Pemerintah hams ikut bertanggung jawab supaya ideologi tersebut tidak kemudian diakui sebagai bagian dari Pancasila. Pernyataan dan sikap pemerintah harus terus digaungkan untuk menjaga tegaknya nilai-nilai Pancasila yang telah menjadi kesepakatan bangsa ini.

Sekali lagi, pemerintah harus sangat berhati-hati dalam melewati momentum G-30.S/PKI ini. Setiap pernyataan dan penyikapan harus diperhitungkan betul untuk tidak mengusik ingatan yang traumatik. Dalam tingkat yang lebih parah, miinculn.ya trauma ini bisa menghadirkan kembali konflik kekerasan yang merugikan semuanya. Kita tidak ingin hal seperti itu sampai terjadi. Bangsa ini bakal sangat merugi.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s