Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Republika » Gojek akan Ditertibkan

Gojek akan Ditertibkan

REPUBLIKA 2/10 Page 18 — Dinas Perhubungan dari Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan menertibkan keberadaan pengemudi Gojek yang berhenti sembarangan. Keberadaan mereka dinilai kerap mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan akan mengambil tindakan terkait maraknya pengemudi Gojek yang memangkal di atas jalur pedestrian dan bahu jalan. Andri berencana memanggil pihak Gojek untuk memberikan peringatan. “Saya akan panggil. Omongannya sudah tidak sesuai sama apa yang dia bilang waktu promosi Gojek ke kita,” katanya di Balai Kota, Kamis (1/10).

Andri menjelaskan, pada mulanya Gojek dipromosikan sebagai jasa layanan angkutan yang tak akan menyebabkan kemacetan. Sebab, Gojek menggunakan sistem online. Pengemudinya tidak membutuhkan pangkalan seperti ojek konvensional. Mereka akan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Mobilitas mereka akan tinggi sehingga tidak perlu berhenti dalam waktu lama.

Andri menjelaskan, bisa saja mereka beristirahat, tapi bukan di tempat yang tidak seharusnya, seperti trotoar ataupun bahu jalan. Kalau mereka berhenti di sana maka sudah pasti mengganggu arus lalu lintas. Ruas jalan akan tidak maksimal dimanfaatkan.

Selain itu, pihaknya juga akan menertibkan para pengemudi Gojek yang tertangkap memangkal atau menunggu penumpang di trotoar. Sebabnya, mereka telah melanggar dan mengganggu pejalan kaki. “Kita akan tindak tegas,” katanya menegaskan. Membeludaknya pengemudi Gojek dinilainya memberikan dampak positif dan negatif. Kehadiran mereka memang memberikan kemudahan transportasi. Di sisi lain, mereka juga mengganggu arus lalu lintas saat menunggu penumpang di sembarang tempat.

Macet
Sementara itu, kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan Raya Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Kamis (t/to). Kemacetan terpusat di tempat pendaftaran salah satu ojek online yang dilakukan di salah satu ruko di Jalan Cenderawasih.

Menurut Lukman (35), salah satu pendaftar ojek, antrean terjadi sejak puktil 05.30 WIB. Masyarakat dari berbagai kalangan antusias untuk menjadi pengemudi ojek tersebut. Namun, karena kurangnya lahan parkir, banyak pendaftar memberhentikan kendaraannya di pinggiran jalan. “Motor saya diparkir di ITC Fatmawati,” tutur pria itu.

Padahal, jarak antara ruko pendaftaran dan ITC kurang lebih sejauh 500 meter. Meskipun telah dijaga beberapa aparat keamanan, namun tetap tidak bisa mengantisipasi terjadinya kepadatan kendaraan.

Selain hari ini, kata Lukman, besok masih ada pendaftaran kedua. Sangat disayangkan, lokasi pendaftaran berada di jalan sempit akibat adanya proyek MRT. Hal ini akan kembali mengakibatkan kemacetan. ■ c21/c26 ed erdy nasrul

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s