Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Koran Tempo » Rancangan Paket Kebijakan September II, Jokowi Buka Peluang Penurunan Harga

Rancangan Paket Kebijakan September II, Jokowi Buka Peluang Penurunan Harga

Ada kemungkinan harga BBM dan suku bunga bank diturunkan.

KORAN TEMPO, 2/10 Page 1
, — Presiden Joko Widodo menyatakan akan meluncurkan Paket Kebijakan Ekonorni September III pekan depan. Untuk itu, kemarin Jokowi memanggil beberapa menteri untuk merumuskan kebijakan tersebut. Dalam menyusun paket ketiga, Jokowi meminta para menteri memperhatikan berbagai hal, salah satunya menggenjot daya beli masyarakat. “Harus ada stimulus jangka pendek, insentif jangka menengah, dan panjang,” kata dia di Kantor Presiden.

Menurut Jokowi, paket kebijakan lanjutan hams segera diluncurkan agar efeknya bisa la ngsung clirasakan, baik oleh rakyat maupun dunia usaha. Untuk jangka pendek, Jokowi meminta ada kajian mengenai penurunan suku bunga bank. Salah satu caranya adalah melakukan efisiensi biaya operasional perbankan. Jokowi juga meminta agar daya beli ditingkatkan dengan menggiatkan proyek padat karya. Sayangnya, kata dia, proyek pemerintah yang menerapkan konsep padat karya masih kurang. “Harusnya bisa menggunakan 500 sampai 1.000 orang, kemarin saga lihat di Karawang hanya tujuh orang,” ujarnya.

Melalui keterlibatan masyarakat dalam proyek pemerintah, Jokowi berharap mereka bisa mendapatkan lebih banyak pendapatan dan. mampu meningkatkan daya beli. “Misalnya melalui penggarapan proyek Kementerian Pekerj a a n Umum. Di Kementerian Pertanian juga bisa dilakukan melalui pembangunan irigasi,” katanya. Hal lain yang juga harus diperhatikan, kata Jokowi, adalah harga bahan bakar minyak. Sebelum paket kebijakan ketiga diluncurkan, dia meminta Pertamina kembali mengkaji harga Premium. “Apakah masih mungkin harganya diturunkan, meskipun hanya sedikit.”

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan tengah mengevaluasi harga Premium. “Kalau ditinjau sampai Agustus lalu, kami masih minus dua persen. Nanti, lihat peluang di bulan ini,” kata Dwi di Kompleks Istana Presiden. Setelah evaluasi, Dwi akan mencari langkah efisiensi untuk menurunkan harga Premium. Setelah proyek Residual Catalytic Cracking (RFCC) di Kilang Cilacap dan kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) berjalan pada Oktober, Pertamina dapat menurunkan impor bahan bakar 5-10 persen. “Ditambah dengan pencampuran biodiesel pada solar, akan ada efisiensi dan membuka peluang penurunan harga,” katanya.

Sepanjang bulan ini, pemerintah menerbitkan dua paket kebijakan. Paket pertama yang terbit pada 9 September berisi upaya menggenjot investasi melalui pemangkasan aturan (deregulasi), realisasi proyek strategis, serta menggenjot proyek penyediaan rumah. Sedangkan paket kedua, yang diluncurkan Selasa lalu, berisi kelanjutan deregulasi di sektor kehutanan dan penanaman modal beserta seperangkat insentif di beberapa sektor untuk menggenjot investasi. Ada juga upaya menarik devisa basil ekspor melalui diskon bunga deposito.

Namun Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, mengatakan paket kebijakan tersebut tidak secara spesifik ditujukan untuk industri tertentu. Walhasil, dampaknya belum bisa dirasakan dalam waktu cepat. “Masih bersifat umum,” kata dia kepada Tempo. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri, Bambang Sujagad, menyatakan paket untuk mendorong investasi belum efektif karena tidak menyentuh masalah utama. “Ego sektoral dari kementerian teknis masih belum bisa dihilangkan, sehingga pengusaha kerap terjegal.” • Fery Firmansyah

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s