Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Adlun » Kasus Video Suap Polisi, Kapolda Tawarkan Penyelesaian Kekeluargaan

Kasus Video Suap Polisi, Kapolda Tawarkan Penyelesaian Kekeluargaan

Adlun ramai dibela di media sosial.

TERNATE –
Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Brigadir Jenderal Zulkarnain, berharap kasus pencemaran nama baik oleh Adlun Fiqri bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Adlun adalah mahasiswa UniversitasKhairunTernate yang mengunggah video polisi lalu lintas menerima uang dari pengendara sepeda motor yang ditilang.

Menurut Zulkarnain, penyelesaian secara kekeluargaan merupakan langkah terbaik untuk menjamin masa depan Adlun. Ia menilai Adlun mengunggah video tersebut karena ketidaktahuan dia terhadap kerja polisi lalu lintas. “Saya belum mendapatkan laporan dari Kapolres. Tapi kasus ini sebenarnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata dia, Kamis malam lalu.

Namun Zulkarnain mengaku tidak bisa melarang bila ada anggotanya mengadukan sebuah masalah yang dirasa merugikan pribadi maupun institusi.

Adlun ditangkap setelah merekam perilaku polisi lalu lintas dari Kepolisian Resor Ternate saat menerima suap pengendara sepeda motor yang terjaring operasi di depan Rumah Sakit Dharma Ibu, Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Gamalama, Sabtu pekan lalu. Rekaman berdurasi lebih dari satu mbnit itu diunggah Adlun ke You Tube dengan judul “Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate.”

Kapolres Ternate Ajun Komisasris Besar Kamal Baktiar mengatakan Adlun dijerat dengan Pasal 27 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dari Transaksi Elektronik. Kamal menganggap tindakan Adlun sebagai pelanggaran informasi di dunia maya.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Khairun, Abdul Kader Bubu, menilai penerapan Pasal 27 ayat 3 UU nli oleh polisi bisa mengundang perdebatan. Alasannya, dalam kajian hukum, sesuatu yang tergolong fitnah adalah apabila informasi yang disampaikan tidak mengandung unsur kebenaran dan orang yang menuduhnya tidak mampu membuktikan. “Tidak serta-merta semua perbuatan bisa dikategorikan melanggar hukum,” ujar dia.

Rektor Universitas Khairun, Husen Alting, mengatakan bahwa universitas siap memberi bantuan hukum terhadap Adlun.

Pembelaan terhadap Adlun juga datang dari media sosial dengan tagar #Save Adlun Fiqri. Koordinator gerakan #Save Adlun Fiqri, Faris Bobero, menuturkan gerakan ini sebagai upaya mendesak kepolisian menangani kasus Adlun secara transparan. [Kukuh S. Wibowo]

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s