Home » PAGE 5.2 - International News » Saat Kalla Gantikan Jokowi di PBB…

Saat Kalla Gantikan Jokowi di PBB…

KOMPAS 3/10 Page 4, — Presiden Joko Widodo menunjuk Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk berpidato di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat. Terkait hal ini, Wapres Kalla dan rombongan berangkat ke AS sejak Rabu (23/9) dini hari dan kembali di Jakarta pada Minggu (4/10). Ini karena acara di PBB berlangsung 25 September hingga 2 Oktober 2015.

Di New York, Kalla bergabung dengan sekitar 190 kepala negara lain yang menjadi anggota PBB, seperti Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Selama di New York, Wapres beberapa kali berpidato. Selain berpidato setelah deklarasi mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal/SDG) 2030 oleh PBB, yang merupakan kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) 2015, Wapres juga berpidato dalam sesi debat di Sidang Majelis Umum PBB ke-70 tahun.

Kalla juga hadir di berbagai sidang dalam kaitan SDG dan Sidang Majelis Umum PBB, mulai dari soal perubahan iklim, kerja sama Selatan Selatan, kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, masa depan pasukan perdamaian, perlawanan terhadap Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) serta aksi-aksi radikalisme, hingga soal pendanaan pendidikan.

Di tengah-tengah agenda yang padat di PBB, Wapres Kalla juga menyempatkan bertemu dengan para pengusaha AS, yang meminta perbaikan iklim investasi dan ingin mengetahui bagaimana pemerintah mengatasi dampak krisis ekonomi dunia.

Wapres Kalla juga menyaksikan bendera Palestina berkibar untuk pertama kali di halaman Markas Besar PBB.

Momentum lain yang juga dimanfaatkan oleh Kalla adalah menunjukkan kepada negara-negara anggota PBB tentang batik, yang pada 2 Oktober 2009 ditetapkan sebagai warisan dunia dari Indonesia. Saat menghadiri debat di Sidang Majelis Umum PBB, kemarin, Kalla memakai baju batik.

Forum di PBB ini dirasakan oleh Wapres sangat penting dan strategis untuk menentukan nasib dunia pada masa mendatang.

Dalam hal SDG, misalnya, Indonesia selain harus menjalankan 17 langkah dan 169 program peningkatan kemiskinan, pendidikan, keseteraan jender, perubahan iklim, sanitasi, memberantas HIV/AIDS, kesehatan ibu dan anak, pangan dan kemitraan global, juga “membayar utang” target MDG, seperti tingkat kematian ibu dan bayi yang masih tinggi serta sanitasi yang belum tercapai.

Sebanding

Presiden Jokowi menunjuk Kalla menggantikannya berpidato di PBB antara lain karena awal September lalu Presiden baru kembali dari kunjungan kerja di Timur Tengah. Presiden juga berencana berangkat ke Washington DC untuk bertemu Presiden AS Barack Obama, selain mengunjungi Silicon Valley pada 26-31 Oktober 2015.

Pada pertengahan November mendatang, Presiden juga direncanakan menghadiri pertemuan negara-negara maju G-20 di Turki dan KTT ASEAN di Manila, Filipina. “Selain memilih mengurusi ekonomi yang sedang melambat, Presiden merasa tidak enak harus bepergian terus-menerus ke luar negeri,” ujar sumber di lingkungan Istana beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Wapres Kalla menuturkan, sebagian isu yang dibahas di PBB telah menjadi perhatian dan dia bicarakan dalam berbagai kesempatan di dalam dan di luar negeri.

“Kita harus punya sikap dan ambil peran kuat, mulai dari SDG, keamanan dan perdamaian, perubahan iklim, pendidikan, hingga kerja sama Selatan Selatan,” tutur Wapres, yang tidak melewatkan satu sesi pun yang digelar oleh PBB.

Selain memotong anggota rombongan peserta kunjungan yang semula 60-an orang menjadi 25 orang, dalam kunjungan ini Wapres juga melakukan sejumlah efisiensi. Untuk pergi pulang ke AS, Wapres menggunakan pesawat komersial.

“Meskipun dekat dengan Markas Besar PBB, Wapres tak mau menginap di Hotel One UN yang biasa dipakai pejabat tinggi Indonesia. Ini karena tarifnya terlalu mahal, sampai 4.500 dollar AS. Wapres pilih Hotel Hilton yang lebih murah meski agak jauh beberapa blok dan harus jalan kaki setiap hari,” kata Husain Abdullah, juru bicara Wapres.

Semoga sejumlah hal yang diperoleh dalam perjalanan 12 hari ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia.

(Suhartono dari New York, AS)

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s