Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Insiden Metrojet Rusia, Pengamat: "Klaim Bom NIIS Ingatkan Lockerbie 1988"

Insiden Metrojet Rusia, Pengamat: "Klaim Bom NIIS Ingatkan Lockerbie 1988"

KAIRO, KAMIS — Milisi Negara Islam di Irak dan Suriah, lewat majalah propaganda Dabiq, Rabu (18/11), memajang foto kaleng minuman Schweppes Gold. Kaleng minuman itulah yang mereka klaim dijadikan bom rakitan untuk menjatuhkan pesawat Rusia, Metrojet, di Semenanjung Sinai, Mesir, dengan korban 224 penumpang dan awak, bulan lalu.

Di majalah itu, ditayangkan foto kaleng minuman ringan dan dua benda dililit kabel, yang diperkirakan berfungsi sebagai sumber tenaga dan pemicu ledakan (detonator). Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) mengklaim, bahan peledak itu diselundupkan ke pesawat dengan memanfaatkan kelengahan petugas Bandara Sharm al-Sheikh, tempat pesawat itu lepas landas.

Menurut pengamat, bahan peledak rakitan seperti diperlihatkan lewat foto di majalah Dabiq tersebut bisa menyebabkan pesawat jatuh, tergantung pada posisi bahan peledak itu ditempatkan dan berat jenis ledakan di kaleng minuman ringan itu.

Lokasi paling rentan untuk dijadikan posisi penempatan bahan peledak meliputi saluran bahan bakar, ruang kokpit, dan kulit bodi utama pesawat. “Masalah penempatan menjadi sangat penting,” kata Jimmie Oxley, profesor kimia yang mendalami bahan-bahan peledak di Universitas Rhode Island, Amerika Serikat.

Oxley dan beberapa pengamat lain melihat kemungkinan adanya kesamaan peristiwa jatuhnya pesawat Metrojet Rusia dengan insiden pengeboman pesawat Pan Am Flight 103 oleh warga Libya di atas Lockerbie, Skotlandia, tahun 1988.

Berdasarkan investigasi, maskapai pesawat AS itu hancur oleh bahan peledak seukuran telapak tangan pada alat perekam kaset dalam tas di tempat penyimpanan barang bawaan penumpang. Ledakan yang ditimbulkannya mengakibatkan lubang 50 sentimeter di bodi utama pesawat dan dekompresi penyebab pecahnya pesawat di udara.

Menurut pengamat, kemungkinan adanya kesamaan, yakni alat pemicu ledakan dan tombol, mengindikasikan bahan peledak di kaleng minuman ringan itu dioperasikan dengan alat pengatur waktu. Kemungkinan itu lebih besar dibandingkan dengan kemungkinan peledak dioperasikan pelaku bom bunuh diri.

Clive Williams, profesor di Universitas Nasional Australia dan anggota Asosiasi Internasional Teknisi dan Penyelidik Bom, mengatakan, penggunaan kaleng minuman soda memunculkan pertanyaan soal kemungkinan bahan peledak itu diselundupkan lewat katering.

Bandara Sharm al-Sheikh, tempat pesawat itu lepas landas menuju St Petersburg, kerap digunakan maskapai penerbangan berbiaya murah dan maskapai carteran untuk mengangkut turis ke resor-resor terdekat di pantai Sinai.

Barat telah mengemukakan kemungkinan pesawat Airbus A321 itu jatuh akibat bom. Selasa lalu, Moskwa juga mengonfirmasi telah menemukan kesimpulan yang sama. Pemerintah Mesir mengatakan, belum menemukan bukti kriminal.

Kepala Keamanan FSB Rusia Alexander Bortnikov mengatakan, jejak-jejak bahan peledak buatan asing ditemukan di antara pecahan-pecahan pesawat yang jatuh dan pada barang bawaan penumpang. Menurut dia, bom itu diperkirakan mengandung 1 kilogram TNT.

Selasa lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan hadiah yang 50 juta dollar AS (sekitar Rp 688,5 miliar) bagi siapa pun yang bisa memberi informasi mengarah pada pelaku.

Dalam majalah propagandanya, NIIS juga mengemukakan, mereka awalnya ingin menjatuhkan pesawat milik negara anggota koalisi pimpinan AS yang mengebom Suriah dan Irak. Namun, lanjut klaim kelompok itu, mereka mengubah rencana setelah Rusia mulai ikut menyerang di Suriah sejak 30 September lalu.

Tiongkok meradang

Masih terkait aksi NIIS, Tiongkok bertekad menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab atas eksekusi warganya di tangan NIIS. Di majalah Dabiq itu, NIIS menyatakan telah membunuh dua sandera, asal Tiongkok dan Norwegia.

Dalam pernyataan singkat, kementerian luar negeri Tiongkok mengonfirmasi identitas warganya korban eksekusi NIIS itu bernama Fan Jinghui. Ia disandera NIIS sejak September lalu.

Di Oslo, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg mengatakan, warganya yang bernama Ole Johan Grimsgaard-Ofstad kemungkinan besar telah dieksekusi NIIS. Ia disekap NIIS sejak Januari lalu. (AFP/REUTERS/SAM)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 20 November 2015, di halaman 8 dengan judul “Pengamat: Klaim Bom NIIS Ingatkan Lockerbie 1988”.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s