Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Teknologi Kunci Industri Pertahanan

Teknologi Kunci Industri Pertahanan

BANDUNG, KOMPAS — Penerapan teknologi dalam negeri berpotensi menjadi kunci peningkatan industri pertahanan nasional. Bahkan, menjadi modal penting mengatasi ketertinggalan dari negara lain dalam industri pertahanan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat mengunjungi PT Hariff Daya Tunggal Engineering di Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12), mengatakan, dengan dukungan dan pengembangan teknologi, dunia pertahanan Indonesia akan menjadi lebih baik lagi.

“Pemerintah sangat mendukung pengembangan teknologi buatan dalam negeri. Langkah itu akan menjadi modal penting mengatasi ketertinggalan di bidang industri pertahanan dibandingkan dengan negara lainnya,” kata Ryamizard.

PT Hariff Daya Tunggal Engineering adalah produsen jaringan telekomunikasi aman mandiri berbasis protokol dan enkripsi khusus yang diklaim pertama di Indonesia. Jaringan ini dijamin untuk meningkatkan keamanan lalu lintas data penggunanya.

Presiden Direktur PT Hariff Daya Tunggal Engineering Budi Permana mengatakan, jaringan aman mandiri (JAM) bisa memberikan sistem keamanan data yang tangguh bagi penggunanya. JAM tidak hanya efektif digunakan kalangan militer, tetapi juga bisa digunakan untuk mendukung komunikasi pemerintah pusat dan daerah, komunikasi daerah terluar, hingga kelancaran pemilihan umum.

“Khusus bagi dunia militer, penggunaan JAM bisa menghentikan upaya penyadapan saat operasi taktis dan komunikasi teritorial. Penerapan pengamanan perangkat lunak dan keras hingga sistem enkripsi sendiri dan jaringan telekomunikasi pita lebar jadi kunci utama,” kata Budi Permana.

Namun, ujar Budi Permana, penggunaan teknologi itu tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis pengguna, tetapi juga mengurangi ketergantungan Indonesia pada teknologi asing. Selama ini, penggunaan teknologi asing membuat sistem komunikasi dan keamanan data rentan terdeteksi negara pembuatnya.

“Kami sangat berharap ada dukungan terus-menerus dari pemerintah untuk menggunakan teknologi anak negeri ini. Apabila hal ini terus mendapatkan dukungan, Indonesia pasti akan berdaulat di bidang teknologi komunikasi,” katanya.

Sementara itu, dari Surabaya, Jawa Timur, dilaporkan, untuk berkomunikasi dengan kapal-kapal TNI Angkatan Laut di wilayah Indonesia, TNI AL mulai menerapkan sistem komunikasi data, suara, dan gambar real time dengan teknologi satelit. Komunikasi tidak hanya dengan markas dan kapal semata, tetapi juga untuk gadget backpack (ransel komunikasi) personel Marinir. Perangkat dibuat oleh gabungan PT Telkom dan PT Lembaga Elektronika Nasional serta satelit milik Bank Rakyat Indonesia atau BRISat.

Peresmian penggunaan sistem komunikasi tersebut dilakukan oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi seusai upacara peringatan Hari Armada, di Markas Komando Armada Timur (Armatim) TNI AL di Surabaya. (CHE/ODY)
—-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Desember 2015, di halaman 5 dengan judul “Teknologi Kunci Industri Pertahanan”.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s