Home » PAGE 3.2 - Berita Koran » Editorial, "Kata-kata Saja Tidaklah Cukup"

Editorial, "Kata-kata Saja Tidaklah Cukup"

Kesepakatan Paris yang diadopsi oleh 195 negara di Konferensi Para Pihak (COP 21) untuk Perubahan Iklim, Sabtu (12/12), menjadi peristiwa bersejarah.

Oleh karena dengan diadopsinya Kesepakatan Paris itu, jalan menuju penyelamatan dunia dari ancaman pemanasan global berpeluang untuk dilaksanakan. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebutkan, kesepakatan yang dicapai di Paris itu merupakan kesempatan terbaik yang kita miliki untuk menyelamatkan satu-satunya planet yang sekarang kita huni.

Tiongkok, yang disebut-sebut sebagai negara dengan polusi terbesar di dunia, juga turut memuji pencapaian di Paris itu. Indonesia pun, yang diwakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menyebut Kesepakatan Paris sebagai peristiwa bersejarah untuk keberlanjutan kehidupan manusia kini dan di masa mendatang.

Namun, tidak semua melihat Kesepakatan Paris itu dengan nada positif. Para aktivis lingkungan menegaskan, apa yang dicapai di Paris itu tidak atau belum cukup untuk melindungi Bumi.

Tidak ada yang salah dengan kedua pandangan itu. Itu ibarat ungkapan yang menyebutkan gelas setengah penuh, atau gelas setengah kosong. Dua-duanya hanya tergantung dari mana melihatnya.

Singkatnya, Kesepakatan Paris mengatur penurunan tingkat emisi gas rumah kaca secepat yang dimungkinkan dalam paruh kedua abad ini; menjaga agar kenaikan temperatur global di bawah 2 derajat celsius, mendorong upaya-upaya agar kenaikan itu dibatasi pada 1,5 derajat celsius; meninjau ulang kemajuan yang dicapai setiap lima tahun; dan penyediaan dana 100 miliar dollar AS setiap tahun dari negara-negara maju kepada negara-negara berkembang pada tahun 2020 untuk membantu mengatasi pemanasan global.

Obama mengakui kesepakatan itu tidaklah sempurna. Xie Zhenhua, juru runding Tiongkok, juga mengatakan, kesepakatan itu tidak ideal. Namun, semua itu tidak mencegah keduanya untuk mengambil langkah bersejarah ke depan.

Kita sependapat dengan Obama dan Zhenhua, bahwa kesepakatan yang belum sempurna, atau tidak ideal itu, jangan sampai menghalangi upaya untuk bersama-sama mencegah pemanasan global semakin memburuk.

Kita gembira ketika Menteri Siti Nurbaya mengatakan bahwa Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti mitigasi melalui pengurangan emisi di sektor kehutanan, energi, industri, dan transportasi. Oleh karena dengan mau mengakui kesalahan atau kekurangan, kita dapat mengatasi masalah. Namun, kita juga sadar sepenuhnya bahwa kata-kata saja tidaklah cukup, diperlukan tindakan nyata sebagai bukti.

Advertisements

Darkwin Web's Official

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s